PROCEDURE pada BASIC

Suatu Konsep perpaduan antara FUNCTION dan SUB RUTIN membentuk jenis SUB PROGRAM yang dinamakan PROCEDURE.

Pendefinisian:
SUB NamaProsedur (Daftar Parameter)
Blok Pernyataan
END SUB
CALL NamaProsedur

Advertisements

Fungsi pada BASIC (DEF)

Pendefinisian Fungsi / Def :

DEF FNNamaFungsi(Daftar Parameter)
Blok Pernyataan
END DEF

Pendeklarasian Variabel dalam Fungsi secara Local, Statis, Global:

Contoh Variabel Global:

rem program utama
csl
st$=”turbo basic”
print FNKapital$(st$)
print st$
END

rem program fungsi
DEF FNKapital$(x$)
st$=left$(x$,1)
FNKapital$=UCASE$(st$)
END DEF

rem hasil
rem T
rem t

Contoh Variabel Local:

rem program utama
csl
st$=”turbo basic”
print FNKapital$(st$)
print st$
END

rem program fungsi
DEF FNKapital$(x$)
Local st$
st$=left$(x$,1)
FNKapital$=UCASE$(st$)
END DEF

rem hasil
rem T
rem turbo basic

Contoh Variabel Statis: variabel yang hanya dikenal dalam blok tempat dideklerasikan dan tidak dikenal di luar blok, namun nilainya tidak hilang sekeluarnya dari fungsi.

rem program utama
csl
print FNStatis, N
print FNStatis, N
print FNStatis, M
END

rem program fungsi
DEF FNStatis
Static N
INCR N
FnStatis=N
END DEF

rem hasil
rem 1   0
rem 2   0
rem 3   0

Looping pada BASIC

Adapun bentuk-bentuk putaran proses adalah sebagai berikut:

1.DO UNTIL Kondisi
Blok Pernyataan
LOOP

2.DO
Blok Pernyataan
LOOP UNTIL Kondisi

3.DO WHILE Kondisi
Blok Pernyataan
LOOP

4.DO UNTIL NOT Kondisi
Blok Pernyataan
LOOP

5.WHILE
Blok Pernyataan
WEND

6.DO
Blok Pernyataan
LOOP WHILE Kondisi

Catatan:

Keluar dari LOOPING:
EXIT LOOP
EXIT WHILE
EXIT FOR
EXIT IF
EXIT SELECT
EXIT DEF
EXIT SUB

Array pada Turbo BASIC

Pernyataan Array:

1.DIM NamaArray(N)

2.DIM NamaArray(M:N)

3.DIM NamaArray(M:N,P:Q,R:S)

Keterangan:

Bentuk 1 menyatakan array dengan range index antara 0 s/d N

Bentuk 2 menyatakan array dengan range index antara M s/d N

Bentuk 3 menyakan array dengan dimensi banyak

Contoh:

rem deklerasi DIM Variabel

DIM jumlahterjual%(1:3,1985:1988)

rem Inialisasi Variabel

jumlahterjual%(1,1985)=2010

jumlahterjual%(2,1986)=3010

jumlahterjual%(3,1988)=2015

rem Pencarian Data

Input “Kode Barang [1…3] :”;kodebarang%

Input “Tahun Penjualan [1985…1988] :”;tahun%

Print “Jumlah Penjualan :”;jumlahterjual(kodebarang%, tahun%)

rem selesai

End

Cursor & Locate pada Turbo BASIC

Bentuk Kursor pada Locate :

Locate Baris, Kolom, Kursor, Awal, Akhir

Keterangan:

Baris : Posisi 1 s/d 25 baris (atas s/d bawah)

Kolom : Posisi 1 s/d 80 kolom (kiri s/d kanan)

Kursor : Nilai 1 berarti Kursor Kelihatan, Nilai 2 berarti Kursor Tidak Kelihatan

Awal : Bentuk Awal Kursor mulai 0 s/d 7

Awal : Bentuk Akhir Kursor mulai 0 s/d 7

Contoh:

20 Locate 3,5 : Print “Contoh Membuat kursor”

30 Locate 4,5,1,7,0 : Print “Lihat Bentuk kursor”

40 End

Tipe Data pada Turbo BASIC

Tipe Data di bagi menjadi 2 golongan:

1.Tipe Data Numerik : variabel dipakai untuk menyimpan data dengan nilai angka (numerik), yaitu:

1.1.Integer : range nilai data bilangan bulat :

-32768 s/d +32768

contoh : Nilai%

1.2.Long Integer : range nilai data bilangan bulat :

-2147483648 s/d +2147483648

Contoh : JumlahPenduduk&

1.3.Presisi Tunggal : range nilai data bilangan pecahan :

0 s/d 10 pangkat 38 (nilai positif atau negatif)

Contoh : RataRataNilai atau RataRataNilai!

1.4.Presisi Ganda : range nilai data bilangan pecahan :

10 pangkat -306 s/d 1,67 x 10 pangkat 308 (nilai positif atau negatif)

Contoh : RataRataJumlahPenduduk#

2.Tipe Data AlphaNumerik : variabel dipakai untuk menyimpan data dengan nilai string (campuran huruf, numerik, simbol), yaitu:

Contoh : Nama$, Alamat$, Umur$

Link WebSite Dengan Turbo Basic

Belajar membuat program link website dengan Turbo Basic
Penulis sebenarnya mengenal bahasa BASIC dari SMP tapi penulis baru benarbenar
mendalaminya pada tahun 2000, saat itu penulis mengimplementasikan
program BASIC untuk membuat program-program sederhana.
Bahasa Turbo Basic bukan bahasa pemograman terstruktur seperti bahasa Pascal
sehingga bahasa Turbo Basic adalah bahasa yang paling mudah digunakan.
Saat ini kita akan membuat program membuat link ke website tertentu dengan
melalui Turbo Basic, bisakah ? kita coba saja membuatnya, pertama-tama
jalankan file tb.exe dari DOS atau Windows dan anda akan mendapat tampilan
seperti ini.

Setelah itu pilih New pada file lalu pilih Edit untuk membuat program baru, lalu
ketikkan source code yang dibuat oleh penulis untuk anda pelajari.
10
cls
print ” Membuat link website dengan Bahasa Turbo Basic
print ” 1. familycode
print ” 2. google
print ” 3. yahoo
print ” 4. kafegaul
print ” 5. exit
input ” Ketikkan nomor atau nama situs yang ingin dikunjungi : ” a$
if a$ = “1” then goto 110
if a$ = “familycode” then goto 110
if a$ = “2” then goto 120
if a$ = “google” then goto 120
if a$ = “3” then goto 130
if a$ = “yahoo” then goto 130
if a$ = “4” then goto 140
if a$ = “kafegaul” then goto 140

if a$ = “5” then goto 200

if a$ = “exit” then goto 200
100
print “Maaf perintah anda tidak dikenal atau situs yang anda cari tidak ada”
shell “pause”
goto 10
110
shell “c:”
shell “cd\progra~1\intern~1”
shell “iexplore http://www.yogyafree.tk
goto 10
120
shell “c:”
shell “cd\progra~1\intern~1”
shell “iexplore http://www.google.com
goto 10
130
shell “c:”
shell “cd\progra~1\intern~1”
shell “iexplore http://www.yahoo.com
goto 10
140
shell “c:”
shell “cd\progra~1\intern~1”
shell “iexplore http://www.kafegaul.com
goto 10
150
goto 200
200
end

Penulis :
Kurniawan / ^family_code^

Quick BASIC

BAHASA QUICK BASIC
2.1. Pengantar Bahasa BASIC
Ada beberapa tipe bahasa pemrograman dan yang paling dasar adalah bahasa mesin.
Bahasa mesin merupakan kumpulan instruksi yang sangat rinci dan kurang begitu dapat
dipahami yang mengendalikan rangkaian dalam dari komputer. Bahasa mesin sangat tidak
praktis dan agak sulit dipahami. Umumnya bahasa pemrograman ditulis dalam bahasa
tingkat tinggi (high-level language) yakni sekumpulan instruksi yang lebih mirip dengan
bahasa dan proses berfikir manusia. Beberapa contoh bahasa tingkat tinggi adalah BASIC,
Fortran, Cobol, C, Pascal dan masih banyak lagi.
BASIC (Beginner’s All-purpose Simbolic Instruction Code) merupakan salah satu bahasa
pemrograman komputer tingkat tinggi yang sangat mudah digunakan dan bersifat sangat
akrab, mengandung instruksi yang mirip dengan rumus aljabar dasar dan ditambah dengan
beberapa kata kunci bahasa Inggris tertentu seperti LET, READ, PRINT, GO TO, IF, THEN.
2.1.1. Sejarah BASIC
Pertama kali dikembangkan di Universitas Darmouth oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz
pada pertengahan tahun 1960. Kemudian sejumlah perusahaan jasa komputer komersil
memakai BASIC yang mengakibatkan bahasa ini cepat meluas di kalangan pemakai
komputer. Pada saat dikembangkannya mikrokomputer pertengahan tahun 1970-an pabrikpabrik
mikrokomputer mengambil BASIC sebagai bahasa pemrograman standarnya.
Kemudahan dan kesederhanaan BASIC telah memberikan sumbangan besar bagi cepatnya
pertumbuhan mesin ini. Tahun 1978 Institut Standar Nasional Amerika (ANSI) membuat
standar bagian sesungguhnya dari BASIC untuk mengajukan keseragaman versi BASIC
antara satu dengan yang lain.
2.1.2. Versi BASIC
Di pasaran perangkat lunak kita bisa menjumpai berbagai versi BASIC. Untuk komputer Apple
misalnya kita mengenal Applesoft BASIC, MBASIC dan beberapa versi yang lain. Untuk
komputer yang lain seperti Hewlet Packard dan Spectrum memiliki versi BASIC yang lain pula.
Komputer IBM atau yang kompatibel dengannya memiliki beberapa versi BASIC seperti
BASIC, BASICA (BASIC Advanced), GWBASIC, BetterBASIC, TrueBASIC, Turbo BASIC dan
QuickBASIC. BASIC versi yang terakhir inilah yang akan kita pelajari.
Versi-versi bahasa BASIC yang disebut di atas bisa dikelompokkan menjadi dua tipe bahasa
BASIC menurut cara pengerjaannya dalam komputer. Kedua tipe tersebut adalah interpreted
BASIC (BASIC yang menggunakan interpreter) dan compiled BASIC (BASIC yang
menggunakan compiler). Kompiler dan Interpreter sebenarnya merupakan program yang
berfungsi untuk mengubah bahasa pemrograman tingkat tinggi menjadi bahsa mesin. Dengan
kata lain kedua program tersebut berfungsi sebagai penerjemah dari bahasa tingkat tinggi ke
bahasa mesin. Penerjemahan bahasa ini harus dilakukan karena komputer hanya bisa
mengerjakan program kita setelah program tersebut diubah menjadi perintah dalam bahasa
mesin sesuai dengan mikroprosesor yang digunakan dalam komputer tersebut.
Interpreter akan menganalisis setiap statemen BASIC, menerjemahkannya menjadi bahasa
mesin dan langsung mengerjakan statemen tersebut. Interpreter tidak bisa melihat atau
menganalisis keseluruhan program dan melakukan satu aktivitas berdasar hasil analisis
tersebut. Sedangkan kompiler akan menterjemahkan seluruh statemen dari program menjadi
bahasa mesin sebelum statemen khusus dikerjakan. Sehingga interpreter bekerja lebih lambat
dibandingkan kompiler.
Pemakaian kompiler mengharuskan program ditulis dalam ASCII, maka program yang ditulis
dengan interpreter supaya bisa dikompilasi juga harus disimpan dalam bentuk ASCII.
2.1.3. Struktur Umum Program BASIC
Masing-masing instruksi dalam sebuah program BASIC ditulis sebagai pernyataan yang
terpisah. Jadi sebuah program BASIC yang lengkap akan tersusun dari sederetan pernyataan.
Pernyataan ini akan dilaksanakan secara berurutan sebagaimana adanya kecuali jika ditemui
perintah “melompat” yang memang sengaja diberikan (yakni perpindahan kontrol).
Berikut ini adalah aturan yang diterapkan untuk versi yang lebih tradisional dari BASIC.
1. Setiap pernyataan harus tampak pada setiap baris yang terpisah.
2. Setiap pernyataan panjangnya tidak dapat melebihi satu baris (yakni tidak dapat
“dilanjutkan” dari satu baris ke baris berikutnya).
3. Masing-masing pernyataan harus dimulai dengan besaran integer posistif yang
dikenal sebagai nomor pernyataan (atau nomor baris). Dua pernyataan tidak dapat
mempunyai nomor yang sama.
4. Pernyataan berikutnya harus mempunyai nomor pernyataan yang lebih besar.
5. Masing-masing nomor pernyataan harus diikuti oleh kata kunci BASIC yang
menunjukkan tipe instruksi yang akan dilaksanakan.
6. Jika diinginkan spasi kosong dapat disisipkan untuk memudahkan pembacaan
pernyataan.
Contoh 1. Luas Sebuah Lingkaran
Berikut merupakan contoh perhitungan luas sebuah lingkaran dengan menggunakan bahasa
BASIC.
10 INPUT R
20 LET A=3.14159*R^2
30 PRINT R,A
40 END
Program di atas terdiri atas empat pernyataan, masing-masing tampak dalam sebuah baris
yang terpisah. Setiap pernyataan masing-masing mempunyai nomor pernyataannya sendirisendiri.
Nomor ini naik secara berurutan mulai dari awal sampai ke akhir program.
Pernyataan berturut-turut terdiri dari kata kunci BASIC yaitu INPUT, LET, PRINT dan END.
Maksud dari INPUT adalah untuk memasukkan nilai numerik jari-jari (R) melalui terminal
papan tombol. Pernyataan LET menyebabkan besarnya pR2 dihitung. Besaran ini kemudian
dinyatakan dengan huruf A. Pernyataan PRINT menyebabkan nilai numerik R dan A
dipindahkan ke terminal yang kemudian nilai-nilai ini dicetak. Akhirnya pernyataan END
diperlukan untuk mengakhiri program.
2.1.4. Beberapa Keunggulan BASIC
· BASIC bersifat sangat akrab, berorientasi kepada manusia. Bahasa ini sangat mudah
dipelajari dan menyenangkan untuk digunakan. Latar belakang matematika yang kuat
tidak diperlukan.
· Bahasa ini sangat luwes/fleksibel memungkinkan pemrogram dapat mengembangkan
program baru dan mengubah program yang ada dengan usaha yang relatif kecil.
· Sangat cocok untuk penggunaan yang bersifat interaktif.
· Bahasa ini dapat digunakan secara universal, baik komputer besar maupun komputer
kecil. Ia menjadi bahasa pemrogram standar bagi sebagian besar aplikasi di dalam
mikrokomputer.

http://atusi.edublogs.org/files/2008/03