Software BPIH – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji

PENGANTAR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENDAFTARAN HAJI

  1. Membuka rekening tabungan haji pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH dan mengecek kesehatan ke Puskesmas setempat (domisili).
  2. Mendaftar ke Kemenag Kabupaten / Kota setempat (sesuai domisili)
    > Bagi Kemenag Kab / Kota yang sudah online dengan SISKOHAT, pemotretan untuk database siskohat dilakukan di Kankemenag.
  3. Menerima dan mengecek data jemaah haji yang bersangkutan dan menyerahkan
     blanko Surat Permohonan Pergi Haji (SPPH).
  4. Mengisi form Surat Permohonan Pergi Haji (SPPH) sesuai dengan KTP domisili yang masih berlaku.
    > Untuk Kankemenag yang online : Mengisi lembar aplikasi isian SPPH
    > Untuk Kankemenag yang belum online : Mengisi SPPH
  5. Menerima isian SPPH dan menginput data ke dalam SPPH online untuk
    dicetak dan ditandatangani jemaah yang bersangkutan.Menyerahkan SPPH ke Kankemenag atau yang mewakili untuk ditandatangani dan diserahkan kembali kepada jemaah.
  6. Membayar setoran awal sebesar Rp. 25 juta ke rekening Menteri Agama
    melalui BPS BPIH.
  7. Menerima dan mengecek SPPH jemaah haji
  8. Pemindahbukuan setoran awal  BPIH ke rekening Menteri Agama pada kantor pusat BPS BPIH.
    > Mencetak lembar bukti setoran awal BPIH yang telah  dilegalisasi dan udah diberi foto untuk Kemenag yang sudah online.
    > Menginput nomor pendaftaran untuk mendapatkan nomor porsi untuk Kemenag yang belum online.
    > Menginput seluruh data SPPH untuk memperoleh nomor porsi.
  9. Menerima Bukti Setoran Awal BPIH Aplikasi Switcing  yang didalamnya tercantum nomor porsi sebagai bukti telah sah terdaftarsebagai jemaah haji. Jemaah haji melapor kembali ke Kemenag Kab / Kota tempat mendaftar
  10. Menerima dan mengecek bukti setor awal BPIH dari jemaah haji dan menjelaskan :
    > Hak dan kewajiban jemaah haji ( Lembar Surat Perjanjian Pelayanan Jemaah Haji)
    > Penjelasan mengenai mekanisme pelunasan BPIH pada tahun berjalan.
  11. Menunggu informasi untuk pelunasan BPIH
    > Jika porsi jemaah haji provinsi tidak terpenuhi pada pelunasan tahap I maka diperpanjang dengan pelunasan tahap II
    > Jika setelah perpanjangan Tahap II porsi tersedia belum terpenuhi, maka sisa porsi beralih menjadi porsi nasional.
    > Jemaah haji yang berhak melunasi BPIH, tetapi tidak melunasi maka secara sistem menjadi Waiting List pada tahun  berikutnya.
  12. Melakukan pelunasan kekurangan BPIH tahun berjalan sesuai dengan besaran yang ditetapkan oleh Keputusan Presiden ke Kantor BPS BPIH tempat menabung.
  13. Menerima pelunasan dan persyaratan dari jemaah haji dan melakukan konfirmasi data jemaah haji bersangkutan ke dalam SISKOHAT untuk diteliti  kesesuaiannya.
    > Memindahbukukan pelunasan BPIHke rekening Menteri Agama di BI oleh BPS
    Pusat.
    > Mencetak Bukti Setoran Lunas BPIH
  14. Menerima Lembar Bukti Setoran Lunas
    > Melaporkan diri ke Kemenag Kab / Kota tempat mendaftar.
  15. Menerima dan mengecek kelengkapan Pelunasan BPIH dari jemaah haji
    > Mencatat nama dan identitas calon jemaah haji ke buku agenda / register pelunasan haji.
    > Membuat laporan pelunasan haji ke Kanwil Kemenag Provinsi.
    > Memastikan Waiting List yang sudah berangkat agar dihapus /di delete dari SISKOHAT.
  16. Menunggu Surat Panggilan Asrama Haji ( SPMA ) dari Kemenag Kab / Kota domisili.
    >Penyerahan SPMA ke jemaah haji dapat bersifat individu atau kolekti

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMBATALAN DAN PENGEMBALIAN BPIH BATAL

  1. Jamaah haji mengajukan permohonan pembatalan ke Kemenag
    Kab/ Kota.
  2. Menerima pengajuan dan memeriksa kelengkapan berkas
    dengan :
    > Memberikan tanda terima proses pembatalan kepada calon jemaah haji batal.
    > Membuat surat pengantar dan meneruskan kepada Kanwil Kemenag Provinsi  dilengkapi dengan dokumen lainnya. Surat pengantar ditandatangani oleh  Kakemenag / pejabat lain yang ditunjuk.
  3. Kanwil Kemenag Provinsi melakukan konfirmasi pembatalan dan mengirim surat pembatalan kepada Dirjen PHU cq Direktorat Pelayanan Haji.
  4. Menerima surat pengantar kanwil dan melakukan verifikasi, membuat surat pengantar dan nominative ke Direktorat Pengelolaan Dana Haji  setelah mengkonfirmasi pembatalan ke dalam SISKOHAT.
  5. Mentransfer dana BPIH batal ke rekening calon jemaah haji batal melalui BPS BPIH tempat setor awal jemaah, selanjutnya dikonfirmasi ke dalam SISKOHAT
  6. Menyampaikan Dana BPIH Batal kepada calon jemaah haji batal dan mengkonfirmasikan ke dalam SISKOHAT.
  7. Memastikan setiap pelunasan masih menyisakan sedikit dana, guna mempertahankan bahwa rekeningyang bersangkutan tidak ditutup.
  8. Mengisi formulir / blanko bagi yang batal apakah akan mengambil pembatalan BPIH nya atau Waiting List tunda.
  9. Berkoordinasi dengan BPS dalam hal pembatalan dan Waiting
    List tunda.
  10. Bagi yang sudah jelas batal agar segera diisi oleh urutan kuota dibawahnya pada kesempatan pertama untuk menghilangkan kuota hangus.
  11. Pada saat permintaan terakhir berangkat harus dipastikan antara kuota dan yang berangkat ada print out yang batal sehingga dapat segera diproses pengiriman transfernya pada rekening yang bersangkutan pada BPS semula.
CONTACT US:
Phone            : 0511 – 7514143
Hand Phone : 0812 51386016
Hand Phone : 0878 14664083
Email : info.awlia@gmail.com
FB : info.awlia@yahoo.co.id
YM : info.awlia@yahoo.co.id