PENGELOLAAN WASERDA KOPERASI BERBASIS TI ( TEKNOLOGI INFORMASI )

PENGELOLAAN WASERDA KOPERASI BERBASIS TI ( TEKNOLOGI INFORMASI )

SOLUSI KHUSUS UNTUK KOPERASI :

-Untuk “Software POS Point Of Sales Terpadu” Software Waserda Koperasi ditambahkan FASILITAS CARD ID ANGGOTA untuk transaksi penjualan, sehingga kesalahan ID ANGGOTA akan dapat dihilangkan.

-Untuk KEPERLUAN TAGIHAN SIMPANAN WAJIB ANGGOTA disertakan syarat bertransaksi harus lebih dulu membayar simpanan wajib anggota.
-Untuk “Software POS Point Of Sales Terpadu” Software Waserda Koperasi ditambahkan Laporan Keaktifan Transaksi Anggota untuk penentuan Pembagian SHU ke Anggota.
-Pemasukan data oleh Bagian Kasir atau Bagian Stock Barang didukung oleh fasilitas ” BARCODE “.
I.  UMUM
Unit Usaha Warung Serba Ada  ( WASERDA ) pada koperasi sudah merupakan usaha unggulan  dan berada dibawah Level Unit Simpan Pinjam ( USP ). Unit WASERDA  ditujukan sebagai unit usaha pelayanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi anggota koperasi itu sendiri, akan tetapi pada perkembangannya WASERDA  selain memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota koperasi, juga bisa   melayani masyarakat umum di sekitar koperasi itu berada.
Dalam keberadaanya, perkembangan unit WASERDA koperasi  dihadapkan kepada  beberapa persoalan, dan persoalan terbesar saat ini adalah  bagimana mengatasi atau berkomputitor  dengan  toko moderen ( Hypermarket, Supermarket, Toserba, Midnimarket dan Minimarket ) Khusus Minimarket saat ini yang kian hari kian menjamur hingga ke pelosok  padat penduduk, yang semakin menambah berat  persaingan  dalam mengembangkan  Unit WASERDA  koperasi.
Tapi tentunya kita tidak perlu pesimis menghadapi kondisi seperti ini, karena WASERDA koperasi memiliki banyak keunggulan dibanding toko moderen yang saat ini menjamur,  salah satu keunggulannya adalah di unit WASERDA Koperasi anggota / konsumen dapat dilayani dengan system penjualan kredit. Dan dengan Menjamurnya minimarket justru kita akan belajar banyak bagaimana cara memenej sebuah toko kelontong atau toko serba ada yang dapat memenuhi segala kebutuhan sehari-hari anggota koperasi dan masyarakat luas.   Beberapa kiat dan solusi akan dibahas pada kesempatan ini tentang bagaimana unit WASERDA bangkit dan berkembang serta siap berkoputitor dengan toko modern. Termasuk menata bidang estetika dan pelayanan yang berbasis Teknologi Informasi ( TI ).
Dengan beberapa upaya yang dilakukan untuk menata dan mengelola WASERDA, diharapkan terjadinya perubahan dan paradigma image  anggota atau masyarakat konsumen tentang WASERDA  dapat memandang secara positip. Dan pada akhirnya  anggota dan konsumen akan lebih senang, Loyal serta nyaman berbelanja di WASERDA koperasi dibanding belanja di Minimarket.
Dengan penataan dan perubahan system pengelolaan terhadap WASERDA, tentunya bagi koperasi akan semakin dicintai dan berkembangnya usaha dibidang ini menjadi kontribusi utama dalam sisi pendapatan dan laba.
II.      GAMBARAN DASAR WASERDA
Sebelum bagaimana WASERDA ditata dan dikelola dengan berbasiskan Teknologi Informasi, ada baiknya kita melihat gambaran umum secara mendasar tentang aspek penunjang keberhasilan WASERDA, pada ulasan ini kita hanya menyajikan secara garis besarnya saja, dan pada implementasi secara detail tekniknya bisa dikembangkan sendiri dengan berdasarkan garis besar tersebut.
1.      PROSPEK USAHA
Seorang ahli ritel menyebutkan bahwa orang akan berbelanja ke lokasi usaha yang dekat dengan tempat tinggalnya.  Dengan dasar itulah, maka usaha warung kelontong / warung serba ada / WASERDA  memiliki prospek yang cerah, seiring dengan semakin bertambahnya populasi penduduk.
Usaha WASERDA koperasi  yang akan dibuka, dilakukan dengan strategi harga, yaitu harga yang sama dengan harga pasar.  Di mana barang-barang yang akan dijual merupakan barang kelontong kebutuhan sehari-hari anggota koperasi atau masyarakat konsumen, sehingga akan selalu berbelanja barang kelontong secara rutin
Diharapkan dengan dibukanya usaha WASERDA ini, selain memperoleh penghasilan dari adanya nilai tambah, juga mempermudah perolehan dan penyediaan kebutuhan barang sehari-hari bagi anggota / masyarakat konsumen dan tentunya dapat menyerap tenaga kerja.
2.      TIPS KEBERHASILAN USAHA
Dalam menjalankan usaha WASERDA, maka perlu diperhatikan faktor-faktor yang menunjang keberhasilan usaha, antara lain :
ü      Lokasi yang strategis
Perhatikan lokasi toko kita, apabila ada didalam sebuah lingkungan tertutup jauh dari akses jalan raya, maka siasati dengan papan petunjuk yang mengarah kepada toko kita, atau coba cara kreatif versi kita yang bertujuan  memperkenalkan toko kita  kepada masyarakat umum. Beda halnya jika posisi toko kita ada di jalan raya, atau bahkan ada di sudut jalan persimpangan tentunya sangat mudah untuk dikenal masyarakat.
ü      Desain  Exterior ( Penataan  Tampilan Muka )
Coba  tampilkan warna cat dan penataan aksseories  dengan warna yang  cerah  tapi jangan menyolok dan menyilaukan mata, tata pula masalah sanitasi dan kebersihan lingkungan disekitarnya, kalau memungkinkan jangan ada ruang yang bisa dilewati oleh siapaun yang menuju toko kita dengan alas tanah, diupayakan semua yang mendekati toko  kita tertutup dengan semen atau bahan lain, hal ini bertujuan agar toko kita tetap bersih dan memudahkan dalam membersikannya. Lebih luas halam menuju toko kita akan lebih bagus terlebih disedikan ruang parkir kendaraan yang memadai. Apabila memungkinkan taro beberapa tempat duduk di depan toko kita akan tetapi jangan sampai menghalangi  jalan akses ke pintu masuk toko.
ü      Penataan Ruangan ( Bagian Dalam ) / Interior
Sepertihalnya diluar, maka untuk didalam kita coba dengan memberi warna cerah bersih, tata semua barang dengan rapi dan teratur serta terkelompok, semisal  kalau barang itu jenis minuman maka seluruh jenis minuman harus terdisplay di satu tempat.  Dan apabila barang tersebut jenis kosmetik maka susun pada kelompok kosmetik, dan kesemuanya diupayakan terdisplay pada kelompoknya masing-masing, dan jangan coba-coba mencampurkan antara jenis yang satu kelompok ke kelompok lain. Mengapa demikian…? Karena hal tersebut jika tidak disusun secara terkelompok maka akan menyulitkan kita sendiri dan tentunya pembeli atau konsumen.
Setiap jenis barang coba kita beri info singkat dengan menempelkan kertas berwarna  atau sesuai selera anda seperti untuk informasi ukuran, harga, potongan ( Discount ) dan sebagainya, sehingga calon pembeli akan merasa aman dan nyaman dengan membeli produk tersebut.
ü      Kelengkapan sarana dan prasarana
Lengkapi toko anda dengan pasilitas sound musik atau video, akan lebih baik apabila video yang ditampilkan pada layar LCD Toko merupakan tayangan informasi mengenai produk yang dijual di toko kita. Hindari menyetel musik terlalu keras, atau  menayangkan video dari siaran televisi, terlebih siaran tersebut adalah siaran sepak bola, karena jelas-jelas yang datang ke toko kita adalah yang mau nonton bola atau pembeli yang menyempatkan diri untuk menonton bola.
Pasilitas AC akan lebih baik, akan tetapi apabila tidak memungkinkan coba dengan alat sirkulasi udara biasa ( fan atau kipas angin ).
Penggunaan  pewangi ruangan terlalu kuat akan merusak barang anda, karena barang yang kurang terlindungi akan terkontaminasi dengan pewangi tersebut, terutama jenis Rokok dan makanan.
Coba kontrol tiap saat posisi display penataan barang pada rak pajang, karena jika kita menggunakan sistem sualayan biasanya apabila pembeli batal membeli barang yang dibawa bisa disimpan dimana saja, maka itu tugas kita untuk mengembalikan ke tampat yang semestinya
Pasang CCTV  ditempat yang mudah terlihat oleh pembeli, lebih baik dilengkapi alat perekam, akan tetapi walaupun secara real time ( Tidak Terrekam ), itu cukup memberikan keamanan kepada kita, karena bila ada yang berniat jahat ( Mengutil ) dia akan berpikir berulangkali karena takut perbuatannya terekam
ü      Barang yang ditawarkan dan harga jual yang sesuai.
Untuk menentukan prosentase pengembilan margin ( Laba ) tentunya kita harus melihat dimana tempat kita berada, kalau dilingkungan masyarakat ( Penduduk ) perumahan, asrama, sekolah, instansi, pabrik, jangan menerapkan harga terlalu tinggi, karena pembeli dilingkungan tersebut sangat berpotensi menjadi pelanggan. Mohon diingat  lebih baik mengambil  keuntungan  Rp. 100,- per barang dengan jumlah pembeli 20 Orang, daripada mengambil keuntungan Rp. 700,- perbarang dengan jumlah pembeli hanya 5 Orang. Tentunya beda hal apabila lokasi kita berada di tempat wisata, tempat hiburan, terminal, bandara, stasiun kereta api, dan tempat keramaian lainnya, mungkin boleh dengan harga tertentu, karena mereka akan membeli hanya seketika itu, dan jarang menjadi pelanggan.
Untuk mensiasati jumlah pembeli, coba mengunakan sistem minimarket, yaitu membuat promo  banting harga, bila perlu jangan mengambil keuntungan dari salah satu barang, akan tetapi pada barang tertentu kita bisa menutupinya, Minimarket menggunakan pola tersebut adalah bertujuan untuk menarik pembeli, dan seolah-olah seluruh barang disana semua serba murah, tetapi kenyataanya tentunya tidak demikian, bahkan penjualan barang di minimarket pada produk tertentu akan jauh lebih mahal dibanding di toko kita, coba perhatikan.
Salah satu barang yang paling banyak dibeli dan dibanding bandingkan oleh konsumen adalah  Rokok, Minuman, Pulsa, Jajanan anak-anak, Sembako, pada jenis ini diupayakan jangan mengambil keuntungan terlalu banyak, coba cari informasi di sekeliling kita berapa menjual pulsa dengan Nominal 5 Ribu misalnya, apabila ditempat terdekat dengan kita dijual dengan harga Rp. 6.500,- maka kita coba jual dengan harga Rp. 6.000,-  Tentunya kita untungnya sedikit dari satu produk, tapi ingat  pelanggan kita akan membeludak dan menjadi magnet menarik dari konsumen langganan orang lain.
ü      Kontinuitas barang  / Barang selalu ada
Diupayakan barang yang kita jual lengkap sesuai dengan yang diharapkan konsumen. Prinsipnya  Walaupun dalam jumlah sedikit akan tetapi barang tersebut tetap ada, ingat apabila toko kita adalah toko eceran / Retail, maka tentunya pembeli tidak akan sekaligus membeli banyak pada produk tertentu. Coba evaluasi mana produk laku dan mana produk yang jarang dibeli, maka perbanyak jumlah barang yang dianggap laku dan kurangi barang yang kurang laku, tapi walaupun barang tersebut kurang laku akan tetapi itu harus tetap ada dan tersedia ditoko kita.
ü      Perlakuan terhadap suplayer atau pemasok barang ke toko
Kita akan sangat bersukur apabila ada seseorang datang ke toko kita untuk menawarkan produk tertentu yang akan kita jual, sebut saja sales, karena mereka adalah yang akan memberi kita modal untuk usaha kita, dengan demikian kita telah dikenal dan dipercaya untuk membeli barang dari dia, terlebih biasanya barang yang ditawarkan relatif murah, bisa dengan sistem pembayaran kredit, dan barang tersebut diantar ke toko kita tanpa ada tambahan biaya / ongkos. Coba bayangkan apabila kita datang berbelanja ke grosir atau pusat perkulakan, tentunya sangat jauh mengtuntungkan apabila kita membeli dari sales tadi.
Perlakukan dia dengan sebaik-baiknya, jangan berasumsi bahwa dia membutuhkan kita, akan tetapi coba berasumsi kita sangat membutuhkan dia, dengan demikian kita akan memperlakukan dia dengan baik.
Buat janji pembayaran yang sekiranya kita mampu memenuhinya, apabila dengan sangat terpaksa kita tidak bisa memenuhi janji kita, maka bayarlah sebagian dan buat dia memahami kedaan kita, dan cukup satu kali saja jangji kita inkar, apabila keseringan maka jangan haraf kita dipercaya sepenuhnya untuk membeli barang dari dia.
ü      Promosi
Lakukan promosi sekemampu kita, ingat biaya promosi jangan sampai melamaui kemampuan kita dan promosi yang efektif tidak selalu mahal yang penting kreatifitas. Coba display banner, running text, poster, sepanduk, dan sebagainya tata secara teratur dan ditempatkan pada tempat yang efektif, mudah dikenali dan dilihat terutama pada promo yang dilakukan oleh kita.
Manfaatkan pasilitas teknologi internet  ( E-mail, Twitter,facebook, koprol, website, blog,  Dll ) untuk mempromosikan produk kita tentunya yang dibutuhkan disini bukan biaya akan tetapi kretifitas.
Contoh: Coba buat group  pada akun Facebook  dengan nama toko kita, yang nantinya anggota anggotanya adalah pelanggan toko kita. Lakukan sosialisasi lewat pamlet depan toko kita agar pelanggan mau membuka akun facebook. Setelah anggota pada Group Facebook tersebut cukup banyak, lakukan promosi dengan update status berupa pengenalan produk baik lewat tulisan maupun gambar.
ü      Pelayanan berkarakter yang dapat membedakan dengan yang lain
Faktor  pelayanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjalankan usaha  retail WASERDA, sedikit kita mengabaikan faktor pelayanan maka reputasi kita akan jatuh dan untuk bangkit kembali sangat sulit.
1.      Jangan sekali kali membedakan pembeli, apakah pembeli tersebut datang ke toko kita untuk berbelanja cash atau kredit, tentunya harus diperlakukan dengan baik. Membedakan pelayanan terhadap pembeli sama halnya kita membuang peluang di depan mata.
2.      Coba kita berasumsi bahwa pembeli dengan sistem kredit akan memberikan keuntungan  lebih dibanding  dengan pembeli dengan sistem cash. Apabila hal tersebut sudah melekat pada diri kita, maka kita akan memperlakukan kesemuanya dengan pelayanan yang sama.
3.      Siapapun mereka yang datang ke toko kita untuk berbelanja, wajib diperlakukan dengan ramah dan sabar, lebih banyak memahami karakter pembeli tentunya akan lebih baik, karena mereka memiliki karakter masing-masing.
4.      Hindari memasang muka asam karena seungguhnya anda sudah menolak rejeki.
5.      Apabila memungkinkan coba pasilitasi karyawan kita dengan pakaian seragam. Kerapihan, keramahan, kebersihan  adalah bagian dari pelayanan.
6.      Coba rancang sistem  penjualan online walau hanya melaui  komunikasi Telepon atau HP.  Semisal  konsumen menelpon ke toko kita memesan suatu barang, lalu dia minta barang tersebut diantar ketempatnya, maka lakukanlah dengan sepenuh hati, karena itu merupakan peluang  untuk pengembangan sistem usaha toko kita.
ü      Pengelolaan sistem transaksi dan keadministrasian
Sesuai dengan judul dan tujuan pada BINTEK kali ini yaitu  “ PERAN INFORMASI TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KOPERASI KONSUMSI “  Maka disini saatnya kita akan dibimbing bagaimana menerapkan sistem teknologi informasi pada  pengelolaan WASERDA.
Seperti pepatah bilang  “ KALAU MAU MENGUASAI DUNIA MAKA KUASAILAH TEKNOLOGI “  Dewasa ini  Teknologi sudah tidak bisa dihinadri dari kehidupan kita sehari-hari, yang merambah berbagai sektor kehidupan dan profesi. Suka atau tidak suka, memahami atau tidak memahami, manfaat atau tidak bermanfaat, teknologi akan melekat pada kehidupan kita.
Teknologi berkembang sangat cepat bahkan saat ini perkembangan teknologi sudah dalam hitungan detik, bukti otentik sudah kita ketahui bersama dan tidak perlu diurai gambarannya secara mendetail.
Pada Usaha pengelolaan WASERDA, puncak penerapan teknologi ada pada  sistem transaksi dan keadministrasian, mengapa demikian..? karena pada pase ini kita dituntut untuk mengelola  data dan keuangan secepat dan seakurat mungkin, disamping sebagai pungsi kecepatan pelayanan, juga keakuratan data yang kita butuhkan.
Pola Teknologi pada pengelolaan transaksi dan keadministrasian, tentunya bertujuan untuk  memperkuat karakter pelayanan dan berupaya meningkatkan jenjang ketertinggalan dengan pengelolaan MINIMAKET yang dikelola secara profesional dengan teknologi tinggi.  Kesimpulannya adalah  Kita akan berupaya berkompetisi meraih kesuksesan dengan usaha dan upaya memanfaatkan teknologi pada usaha WASERDA kita.
  1. FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA
Faktor kritis yang harus diperhatikan ialah :
v      Faktor keamanan
v      Pemasok yang kontinyu
v      Kebiasaan mengutang anggota / masayarakat
v      Penguasaan manajemen ritel
v      Persaingan usaha
  1. TEKNIS MELAKUKAN USAHA
Pedoman dalam melaksanakan usaha WASERDA  ini dapat dilihat dalam tahapan sebagai berikut :
  1. Memiliki dasar pengetahuan yang memadai tentang tata kelola sebuah WASERDA / TOKO Kelontong.
  2. Menetapkan permintaan konsumen terhadap barang dagangan, dengan melakukan penetapan sasaran konsumen dan menetapkan jumlah kebutuhan dalam periode tertentu (misalnya satu tahun)
  3. Melakukan analisis pesaing, dengan mengidentifikasi pesaing yang sudah terlebih dahulu melakukan kegiatan usaha.  Kemudian dianalisis secara sederhana, untuk mengetahui apakah penetrasi pasar pesaing sudah sangat kuat atau sebaliknya, di mata konsumen selama ini
  4. Melakukan rencana penjualan.  Prinsip yang dilakukan ialah kehati-hatian, untuk menghindari besarnya stock barang yang disediakan.
  5. Lakukan analisis pesaing dengan memperhatikan faktor-faktor (1) harga, (2) promosi, (3) kelengkapan barang, (4) dsb.
  6. Perhatikan proses perolehan barang dagangan, dengan memperhatikan sumber-sumber pemasok, antara lain (1) suplier, (2) pasar, (3) pedagang lain
  7. Bangunan usaha
  8. Peralatan yang dibutuhkan, seperti etalase, timbangan, rak, mesin kasir atau computer kasir, kalkulator, kuitansi atau struk dsb.
  9. Penyediaan jenis barang yang dibutuhkan konsumen, dengan fokus utama ke pemenuhan sembako, antara lain :
Ø      Macam-macam beras
Ø      Macam-macam minyak goreng
Ø      Terigu
Ø      Gula
Ø      Bumbu masak
Ø      Telur
Ø      Kosmetika ringan
Ø      Snakc
Ø      Makanan
Ø      Minuman
Ø      Alat Listrik
Ø      Elektronika
Ø      Peralatan Dapur
Ø      Peralatan mandi
Ø      Kebutuhan Rumah Tangga
Ø      Aneka Rokok
Ø      Obat-obatan ringan
Ø      dsb
a)     Modal awal yang mencukupi, dengan didukung oleh modal sendiri yang relatif kuat
b)     Pengorganisasian WASERDA  harus jelas, siapa mengerjakan apa.  Setidaknya selain pemilik terdapat bagian pembelian dan bagian penjualan yang merangkap sebagai pelayan.
  1. ASPEK LEGALITAS
Dalam memulai usaha, sebelum melakukan pengembangan usaha yang lebih besar, maka diharapkan koperasi  memilih aspek legal sebagai perusahaan badan.  Untuk itu legalitas untuk usaha WASERDA relatif mudah, sebab untuk tahap awal tidak membutuhkan aspek legal yang lengkap.  Namun setidaknya memperoleh kelengkapan ijin pada induk koperasinya dan
Demikian  aspek dasar cara menata dan mengelola  WASERDA koperasi, yang disajikan secara garis besar, untuk selanjutnya  kita akan terfokus pada aspek bagaimana teknologi informasi (TI) diterapkan pada WASERDA
III.    GAMBARAN DASAR WASERDA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi Informasi Komputer  (TIK) atau selanjutnya kita akan sebut dengan istilah komputerisasi  Unit WASERDA koperasi, bertujuan untuk menata pengelolaan system transaksi WASERDA  yang lebih cepat, akurat dan terintegrasi, tentunya disamping sebagai penyesuaian dengan kedaan dewasa ini, juga meminimalisir ketertinggalan antara WASERDA koperasi dengan Toko Moderen ( Minimarket ), yang pasti segala rangkaian prosedur mengelola WASERDA yang telah kita bahas sebelumnya  akan disederhanakan, dengan system Aplikasi Komputer yang dikhususkan untuk mengelola WASERDA.

Mengapa harus komputerisasi…?

Komputerisasi pada WASERDA bukanlah  Investasi yang berlebihan, akan tetapi merupakan kebutuhan dan keharusan, karena komputerisasi bukan barang mahal dan mewah. Komputerisasi adalah sebuah upaya pengelolaan WASERDA dengan tujuan  mempercepat proses transaksi, pengolahan data yang akurat, penghematan ( waktu, tenaga, pikiran dan biaya ), menyederhanakan rangkaian rumit sebuah siklus barang dari mulai  Barang datang (Masuk), Barang dipajang (Display), Barang dijual ( dikeluarkan ). Pertanyaan diatas telah terjawab, tinggal kembali bertanya  mengapa tidak dikomputerisasikan…?
Salah satu sektor komputerisasi pada WASERDA koperasi adalah dimulai dari menata dan mengelola  system transaksi sebagai ujung tombak  dan gerbang masuk penataan keadministrasian WASERDA koperasi.
Untuk menjadikannya WASERDA koperasi berbasiskan Teknologi Informasi Komputer, maka yang harus diperhatikan adalah faktor penunjang  dan Infra Struktur yang dibutuhkan.
Anggap saja kita sudah menata sebuah manajemen pengelolaan WASERDA sesuai dengan yang dijelaskan pada bab sebelumnya, selanjutnya untuk menjadikan WASERDA Koperasi berbasiskan Teknologi Informasi Komputer ( TIK), maka hal-hal yang harus dipersiapkan adalah:
1.      Sumber Daya Manusia ( SDM ) sebagai operator
2.      Infrastruktur Penunjang Operasional WASERDA
3.      Display Produk yang manarik dan estetika yang indah dipandang
4.      Penataan barang toko dengan rapi dan terkelompok
5.      Pendataan Suplayer / Pemasok Barang
6.      Terkelompoknya data barang antara yang dibeli dengan Cash, yang dibeli dengan system Kredit, dan barang titipan (konsinyasi )
7.      Promo Display dan penerangan ( Informasi Produk yang memadai )
8.      Alat Pelengkap berupa :
Ø     Meja kasir
Ø     Alat hitung
Ø     Timbangan
Ø     Pembungkus
Ø     Sarana Informasi Produk
Ø     Alat sirkulasi udara yang memadai
Ø     Dan sebagainya
9.      Alat Komunikasi dan Kemanan berupa, Telpon, Fax, Internet, CCTV apabila diperlukan.
10. Mesin kasir atau Komputer Kasir ( Selanjutnya akan kita bahas secara terperinci )
Setelah Infrastruktur tadi sudah siap, maka langkah implementasinya dapat dimulai dengan detail sebagai berikut:
IV.   PROSEDUR  KOMPUTERISASI PADA TRANSAKSI  WASERDA
Untuk memulai komputerisasi pada WASERDA tidak diperlukan komputer yang terbaru dan tercangih, coba lihat disekitar kita apakah ada komputer  yang tidak terpakai…? Kalau ada.. kenapa tidak terpakai, apakah rusak…? Atau sudah tidak memadai untuk digunakan…? Kesemuanya bisa kita manfaatkan untuk meminimalisir Cost. Rusak.. ya kita perbaiki karena biaya perbaikan akan jauh lebih kecil dibanding dengan membeli baru. Dan apabila sudah tidak memadai, maka kita antisipasi dengan mengupgradenya atau meningkatkan kapasitas dari kekurangannya.
Dari persiapan  untuk migrasi ke komputerisasi pada WASERDA, dapat dikatakan langkah sederhana dan tidak harus mahal, artinya dengan komputer bekas pun kita bisa melakukannya.
1.      Untuk dapat mengkomputerisasikan system transaksi pada WASERDA maka perangkat keras ( Hardware ) yang harus disiapkan adalah berupa:
a.         Unit Komputer
b.        Scanner Barcode  ( Barcode Rider )
c.        Printer TMU220 (utk mencetak Struk atau Kwitansi), atau  Printer Inkjet (utk mencetak laporan-laporan)
d.        Jika memungkinkan maka lebih baik Terkoneksi dengan Jaringan Local Area Nettwork ( LAN ) Minimal  Pere to Pere atau dua Komputer
e.      Lebih Baik dan Efisien dengan menggunakan 2 Komputer atau lebih yang terdiri dari unit komputer server dan yang lainnya sebagai cilent atau operator pendukung.
f.        Bahkan hanya satu komputer bekaspun kita bisa melakukannya dengan hasil yang optimal
2.      Menata sekema  jaringan computer
3.      Selanjutnya  kita akan mengimpelemntasikan system software  penjualan
Semoga materi ini bermanfaat dan memberikan jalan kepada kita untuk meraih kesuksesan dan tetap “ SEMANGAT “.
SUMBER : dekopinbdg.blogspot.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s