LEMBAGA KEUANGAN MIKRO

  • LEMBAGA KEUANGAN MIKRO

    Latar Belakang
    Dalam upaya mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan menengah kebawah dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperlukan dukungan yang komprehensif dari lembaga keuangan. Selama ini UMKM terkendala akses pendanaan ke lembaga keuangan formal. Untuk mengatasi kendala tersebut, di masyarakat telah tumbuh dan berkembang banyak lembaga keuangan non-bank yang melakukan kegiatan usaha jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik yang didirikan pemerintah atau masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut dikenal dengan sebutan lembaga keuangan mikro (LKM). Tetapi LKM tersebut banyak yang belum berbadan hukum dan memiliki izin usaha. Dalam rangka memberikan landasan hukum yang kuat atas operasionalisasi LKM, pada tanggal 8 Januari 2013 telah diundangkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro.

    Dasar hukum

    1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro (Undang-Undang LKM).
    2. Peraturan Pemerintah Nomor 89 Tahun 2014 tentang Suku Bunga Pinjaman Atau Imbal Hasil Pembiayaan Dan Luas Cakupan Wilayah Usaha Lembaga Keuangan Mikro.
    3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) :
      1. POJK Nomor 12/POJK.05/2014 tentang Perijinan Usaha dan Kelembagaan Lembaga Keuangan Mikro.
      2. POJK Nomor 13/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Keuangan Mikro.
      3. POJK Nomor 14/POJK.05/2014 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro.

    Definisi LKM

    Lembaga Keuangan Mikro (LKM) adalah lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melaluipinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasipengembangan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan.

    Kegiatan Usaha LKM

    1. Kegiatan usaha LKM meliputi jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui Pinjaman atau Pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan Simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha.
    2. Kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dapat dilakukan secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah.

    Tujuan LKM:

    1. Meningkatkan akses pendanaan skala mikro bagi masyarakat;
    2. Membantu peningkatan pemberdayaan ekonomi dan produktivitas masyarakat; dan
    3. Membantu peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat miskin dan/atau berpenghasilan rendah

    Kewajiban Memperoleh Izin Usaha LKM

    1. Lembaga yang akan menjalankan usaha LKM setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro, wajib memperoleh izin usaha LKM.
    2. Lembaga Keuangan Mikro yang telah berdiri dan telah beroperasi sebelum berlakunya Undang-Undang LKM, serta belum mendapatkan izin usaha berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, wajib memperoleh izin usaha melalui pengukuhan sebagai LKM kepada OJK paling lambat tanggal 8 Januari 2016, antara lain:
      • Bank Desa
      • Lumbung Desa
      • Bank Pasar
      • Bank Pegawai
      • Badan Kredit Desa (BKD)
      • Badan Kredit Kecamatan (BKK)
      • Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK)
      • Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK)
      • Bank Karya Produksi (BKPD)
      • Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP)
      • Baitul Maal wa Tamwil (BMT)
      • Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM)
      • Dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan dengan itu
    3. Permohonan izin usaha baru atau pengukuhan sebagai LKM disampaikan kepada Kantor Regional/Kantor OJK/Direktorat LKM sesuai tempat kedudukan LKM.

    Bentuk Badan Hukum LKM

    1. Koperasi; atau
    2. Perseroan Terbatas (sahamnya paling sedikit 60% dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau badan usaha milik desa/kelurahan, sisa kepemilikan saham PT dapat dimiliki oleh WNI dan/atau koperasi dengan kepemilikan WNI paling banyak sebesar 20%).

    Kepemilikan LKM

    LKM hanya dapat dimiliki oleh:

    1. Warga Negara Indonesia;
    2. Badan usaha milik desa/kelurahan;
    3. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; dan/atau
    4. Koperasi.

    LKM dilarang dimiliki, baik langsung maupun tidak langsung, oleh warga negara asing dan/atau badan usaha yang sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh warga negara asing atau badan usaha asing.

    Luas Cakupan Wilayah Usaha dan Permodalan LKM

    1. Luas Cakupan wilayah usaha suatu LKM berada dalam satu wilayah desa/kelurahan, kecamatan, atau kabupaten/kota sesuai dengan skala usaha masing-masing LKM.
    2. Skala usaha LKM sebagaimana dimaksud ditetapkan berdasarkan distribusi nasabah peminjam atau Pembiayaan sebagai berikut:
      1. LKM memiliki skala usaha desa/kelurahan apabila memberikan Pinjaman atau Pembiayaan kepada penduduk di 1 (satu) desa/kelurahan;
      2. LKM memiliki skala usaha kecamatan apabila memberikan Pinjaman atau Pembiayaan kepada penduduk di 2 (dua) desa/kelurahan atau lebih dalam 1 (satu) wilayah kecamatan yang sama;
      3. LKM memiliki skala usaha kabupaten/kota apabila memberikan Pinjaman atau Pembiayaan kepada penduduk di 2 (dua) kecamatan atau lebih dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota yang sama.
    3. Modal LKM terdiri dari modal disetor untuk LKM yang berbadan hukum PT atau simpanan pokok, simpanan wajib, dan hibah untuk LKM yang berbadan hukum Koperasi dengan besaran:
      1. Wilayah usaha desa/kelurahan : Rp 50.000.000,-
      2. Wilayah usaha kecamatan : Rp 100.000.000,-
      3. Wilayah usaha kabupaten/kota : Rp 500.000.000,-

    Transformasi LKM

    LKM wajib bertransformasi menjadi bank perkreditan rakyat atau bank pembiayaan rakyat syariah jika:

    1. melakukan kegiatan usaha melebihi 1 (satu) wilayah Kabupaten/Kota tempat kedudukan LKM; atau
    2. LKM telah memiliki:
      1. ekuitas paling kurang 5 (lima) kali dari persyaratan modal disetor minimum bank perkreditan rakyat atau bank pembiayaan rakyat syariah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
      2. jumlah dana pihak ketiga dalam bentuk Simpanan yang dihimpun dalam 1 (satu) tahun terakhir paling kurang 25 (dua puluh lima) kali dari persyaratan modal disetor minimum bank perkreditan rakyat atau bank pembiayaan rakyat syariah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Laporan Keuangan LKM

    1. LKM wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala setiap 4 (empat) bulan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 April, 31 Agustus, dan 31 Desember kepada OJK.
    2. Penyampaian laporan keuangan dilakukan paling lambat pada akhir bulan berikutnya.
    3. Ketentuan mengenai laporan keuangan LKM diatur dalam surat edaran OJK.

    Larangan Bagi LKM

    Dalam melakukan kegiatan usaha, LKM dilarang:

    1. menerima Simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran;
    2. melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing;
    3. melakukan usaha perasuransian sebagai penanggung;
    4. bertindak sebagai penjamin;
    5. memberi Pinjaman atau Pembiayaan kepada LKM lain, kecuali dalam rangka mengatasi kesulitan likuiditas bagi LKM lain dalam wilayah kabupaten/kota yang sama;
    6. melakukan penyaluran Pinjaman atau Pembiayaan di luar cakupan wilayah usaha; dan/atau
    7. melakukan usaha di luar kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Peraturan OJK Nomor 13/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Keuangan Mikro.

    Pembinaan, Pengaturan, dan Pengawasan LKM

    1. Pembinaan, pengaturan, dan pengawasan LKM dilakukan oleh OJK.
    2. Dalam melakukan pembinaan LKM, OJK melakukan koordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan koperasi dan Kementerian Dalam Negeri.
    3. Pembinaan dan pengawasan LKM didelegasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau pihak lain yang ditunjuk.

    Link

    Perizinan Usaha LKM
    FAQ (Frequently Asked Questions)
    Peraturan-peraturan terkait LKM
    – UU Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro
    – PP Nomor 89 Tahun 2014 tentang Suku Bunga Pinjaman Atau Imbal Hasil Pembiayaan Dan Luas Cakupan Wilayah Usaha Lembaga Keuangan Mikro
    – POJK Nomor 12/POJK.05/2014 tentang Perijinan Usaha dan Kelembagaan Lembaga Keuangan Mikro
    – POJK Nomor 13/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Keuangan Mikro
    – POJK Nomor 14/POJK.05/2014 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro

  • NB: Share ke rekan dan mitra anda

Wellcome and Join with us…

CP 085718543696 (Nuryadi) & 087871212050 (Yakub)

Office :

“Aulia Software” Customer Service ( CS ) – Martapura – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia The Zamrud Permata Martapura – Kalimantan Selatan :

The Zamrud Permata Martapura Owner & Director – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia BMT Khairul Ikhwan Martapura – Kalimantan Selatan :

Reseller Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia BTM TAAWUN Banjarmasin – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia KJKS SAHABAT MANDIRI Banjarmasin – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia BMT AL KAROMAH Martapura – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia BMT KHAIRUL AMIN Martapura – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia BMT SURYA SEKAWAN Martapura – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia Musafir Distributor Martapura – Banjarbaru – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia PT Karya TriJaya Mandiri – Martapura – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia BMT Khairul Amin Store – Martapura – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia Toko Komputer Idaman Computer – Banjarbaru – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia Mini Market Palm Mart – Banjarbaru – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia Mini Market Adana Mart – Banjarmasin – Kalimantan Selatan :

Outlet Aulia The Zamrud Martapura – Kalimantan Selatan :

Kegiatan:

Boutique Software Programming, Alhamdulillah… seminar dan pelatihan software bmt / kjks, telah terlaksana dengan lancar dan sukses…

-Tempat kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa – Serang – Banten.

-Tema : Peran koperasi masjid dalam pemberdayaan UMKM dan dakwah.

Seminar dan Pelatihan Software BMT / KJKS

Suasana Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH

Seminar dan Pelatihan Software BMT / KJKS

Panitia dan Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH

Seminar dan Pelatihan Software BMT / KJKS

Panitia Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH… Universitas Sultan Ageng Tirtayasa – UNITIRTA – Serang – Banten….

Boutique Software Programming, Alhamdulillah… pelatihan software bmt / kjks, telah terlaksana dengan lancar dan sukses…

-Tempat kampus Institut Agama Islam Negeri – IAIN – Pangeran Antasari – Kalimantan Selatan

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Dosen & Staff Pengajar IAIN Antasari – Kalimantan Selatan

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Panitia & Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Dosen & Staff Pengajar IAIN Antasari – Kalimantan Selatan

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Palu – Sulawesi Tengah

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Palu – Sulawesi Tengah

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Madura – Jawa Timur

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Madura – Jawa Timur

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Madura – Jawa Timur

 Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Majalengka – Jawa Barat

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Majalengka – Jawa Barat

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Tangerang – Banten

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Tangerang – Banten

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Sukabumi – Jawa Barat

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Sukabumi – Jawa Barat

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Peserta dari Ketapang – Kalimantan Barat  

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Peserta dari Ketapang – Kalimantan Barat

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Peserta dari Bontang – Kalimantan Timur
Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Peserta dari Bontang – Kalimantan Timur

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Tempat Hotel Andalas Gorontalo – Reseller Gorontalo
Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Tempat Hotel Andalas Gorontalo – Reseller Gorontalo

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Tempat IAIN ANTASARI – Banjarmasin
Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH – Tempat IAIN ANTASARI – Banjarmasin

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat – Serang Banten

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat – BMT MADINAH INDONESIA – Makasar – Sulawesi Selatan

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat – BMT JABAL QUBIS – MEDAN – SUMATERA UTARA

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat – Yogyakarya

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat – Yogyakarta

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat – Magelang Jawa Tengah

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat – Magelang Jawa Tengah

 Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat – Bekasi

 Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Tulang Bawang – Lampung

 Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Bandar Lampung

 Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Bandar Lampung

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Cilacap – Jawa Tengah

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Cilacap – Jawa Tengah

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Cilacap – Jawa Tengah

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Cilacap – Jawa Tengah

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Cilacap – Jawa Tengah

 

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Universitas Pasundan UNPAS Bandung Jawa Barat

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Pekanbaru – Riau

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Gorontalo

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Jepara – Jawa Tengah

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  Pekanbaru Riau

 

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Pelatihan Software "AULIA SOFTWARE" PAK KOPSYAH versi micro Banking System

Peserta Pelatihan Software “AULIA SOFTWARE” PAK KOPSYAH versi microBanking System– Tempat –  IAIN…

Koperasi Syariah KJKS BMT

Pengertian KJKS :

Koperasi Jasa Keuangan Syariah adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah).

 

Pengertian BMT :

BMT adalah Baitul Maal wat Tamwil yaitu  sistem intermediasi keuangan di tingkat mikro yang didalamnya terdapat Baitul Maal dan Baitul Tamwil yang dalam operasionalnya dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‘ah.

 

Pengertian KJKS-BMT

KJKS-BMT adalah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal wat Tamwil yaitu sistem intermediasi keuangan di tingkat mikro yang berbadan hukum koperasi yang didalamnya terdapat Baitul Maal dan Baitul Tamwil yang dalam operasionalnya dijalankan dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‘ah.

 

Dari pengertian KJKS-BMT diatas diatas terdapat enam unsur yaitu :

1.   Sistem Intermediasi keuangan

Intermediasi atau disebut perantara, dimana dalam kontek ini KJKS-BMT adalah berfungsi sebagai perantara atau penghubung antara orang yang mempunyai surplus dana (dana berlebih) orang yang defisit dana (membutuhkan dana) dan sebagai perantara maka KJKS-BMT mempunyai tiga fungsi yaitu menghimpun dana dalam bentuk tabungan dan simpanan, mengadministrasikan dana dan menyalurkan dananya dalam bentuk pembiayaan dan piutang, dari proses inilah kemudian KJKS-BMT menerima dan membagikan bagi hasil dari dan untuk anggotanya atau pihak lain yang menyimpan atau menabung di KJKS-BMT.

 

2.   Tingkat Mikro

Tingkat mikro memiliki pengertian bahwa KJKS-BMT harus beroperasi pada tingkat mikro ini artinya yang menjadi nasabah untuk pembiayaan KJKS-BMT adalah mereka yang membutuhkan pembiayaan di bawah kecil yang pada kenyataannya tidak bisa di jangkau oleh system perbankan, maka dalam konteks ini KJKS-BMT harus mengutamakan kelompok usaha yang layak tapi tidak bankable maka ketika KJKS-BMT beroperasi diwilayah ini menjadi mutlak perlunya proses pendampingan yang dilakukan oleh KJKS-BMT untuk anggotanya, jadi kalau dilihat dari sistem operasinya maka KJKS-BMT tidak dapat disamakan dengan system bank (perbankan) tetapi lebih menyerupai ventura dimana fungsi pendampingan dan pembinaan terhadap nasabahnya menjadi hal yang mutlak untuk dilaksanakan oleh KJKS-BMT.

 

3.   Berbadan Hukum Koperasi

KJKS-BMT dalam operasinya menggunakan badan hukum koperasi, oleh karenanya  dalam maka KJKS-BMT harus  menjalankan prinsip-prinsip koperasi dan segala peraturan yang mengatur tentang perkoperasian.

 

4.   Baitul Tamwil

Baitut Tamwil (Bait = Rumah, at-Tamwil = Pengembangan Harta) melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil dengan antara lain mendorong kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya. Pada sisi ini BMT merupakan institusi bisnis yang harus menjalankan usahanya demi mencapai keuntungan, dan harus menggunakan manajenen yang profesional.

Ciri-ciri operasional Baitut Tamwil :

  • Visi dan misi pengelolaan dana adalah menggunakan prinsip-prinsip ekonomi.
  • Profit oriented (Berorientasi pada Keuntungan)
  • Dijalankan sesuai dengan prinsip Islam
  • Memiliki fungsi sebagai mediator antara pemilik kelebihan dana dan pihak yang memerlukan dana.

 

5.   Baitul Maal

Baitul Maal (Bait = Rumah, Maal = Harta) menggalang Titipan dana Zakat, Infaq dan Shadaqah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya. Pada sisi ini BMT merupakan institusi sosial jadi BMT memerankan dirinya untuk membantu kesulitan anggotanya yang mempunyai masalah sosial dan harus mampu meningkatkan kualitas anggotanya dan keluar dari masalah sosial yang dihadapinya dengan mengoptimalkan dana zakat, infaq, shadaqah, wakaf (ziswaf), Iuran Kesetiakawanan Sosial, Sumbangan/Hibah dan lainnya.

Dana-dana sosial yang berhasil dihimpun disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Visi dan misi pengelolaan dana adalah sosial.
  • Non-profit (nirlaba).
  • Memiliki fungsi sebagai mediator antara pemberi dana sosial / zakat (Muzakki) dan penerima dana sosial / zakat (Mustahik).
  • Tidak diperbolehkan mengambil profit apapun dalam operasionalnya.
  • Biaya operasi mengambil hak sebagai Amilin maksimal sebesar 12,5 % dari dana zakat yang diterima.

6.   Prinsip Syari’ah

KJKS-BMT dalam segala aspek operasional harus tunduk dan tidak boleh keluar dari tatanan syari‘ah maka dalam konteks ini menjadi suatu kewajiban bagi para pengurus dan pengelola KJKS-BMT mengetahui dan memahami ekonomi syari‘ah dan fiqih muamalah dan setidaknya dalam setiap KJKS-BMT wajib adanya dewan pengawas syari‘ah yang berfungsi sebagai pengawas dan pengendali operasi KJKS-BMT agar tidak keluar dan melakukan peyimpangan dari konsep syari‘ah. Aturan utama yang menjadi bingkai syari‘ah terdapat dalam Al Qur‘an dan hadist yang diantaranya memberikan pembeda antara ekonomi syari‘ah dengan ekonomi konvensional yaitu : Pengharaman riba, Penghalalan jualbeli, Keadilan, Prstetatif dan Tolong melolong, atau kalau menurut konsep yang terdapat dalam UU Perbankan Syari‘ah yang membedakan syari‘ah dan tidaknya suatu proses ekonomi adalah ada pada kata Magrrib ( Maisir-untung-untungan/judi-, Ghoror- sesuatu yang tidak jelas/penipuan-, Riswah/suap, dan riba/bunga).

Jadi itulah unsur-unsur yang terdapat dalam BMT sebagai sebuah sistem, unsur-unsur tersebut juga bisa berupakan prinsip dan kriteria pembeda antara sistem BMT dengan sistem dan lembaga keuangan lainnya, artinya sebuah sistem kalau tidak menjalankan unsur-unsur diatas meskipun namanya BMT tidak dapat dikatakan sebagai BMT, tetapi meskipun namanya bukan BMT akan tetapi dalam praktek operasionalnya mejalankan unsur-unsur diatas itulah BMT.

http://www.ussisulsel.com/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=91

Software BMT KJKS KOPERASI SYARIAH Free Download…!

Software KEUANGAN PERUSAHAAN CORPORATE WASERDA TOSERBA MINIMARKET Free Download…!

Mengenal KJKS BMT

Mengenal KJKS BMT

APA ITU LKM BMT?
LKM BMT adalah sebutan ringkas dari Baitul Maal wat Tamwil atau Balai-usaha Mandiri Terpadu, sebuah LembagaKeuangan Mikro (LKM) yang memadukan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

– Kegiatan LKM BMT adalah mengembangkan usaha – usaha ekonomi produktif
dengan mendorong kegiatan menabung dan membantu pembiayaan kegiatan usaha ekonomi anggota dan masyarakat lingkungannya. LKM BMT juga dapat berfungsi sosial dengan menggalang titipan dana sosial untuk kepentingan masyarakat, seperti dana zakat, infaq dan sodaqoh dan mendistribusikannya dengan prinsip pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan dan amanahnya.

APA CIRI UTAMA LKM BMT?
1. Berorientasi bisnis, mencari laba bersama, meningkatkan pemanfaatan ekonomi paling bawah untuk anggota dan lingkungannya.
2. Bukan lembaga sosial tetapi dimanfaatkan untuk mengaktifkan penggunaan dana sumbangan sosial, zakat, infaq dan sadaqah bagi kesejahteraan orang banyak secara berkelanjutan.
3. Ditumbuhkan dari bawah berdasarkan peran partisipasi dari masyarakat sekitar.
4. Milik bersama masyarakat setempat dari lingkungan LKM BMT itu sendiri, bukan miliki orang lain dari luar masyarakat itu.
5. LKM BMT mengadakan kajian rutin pendampingan usaha anggota secara berkala yang waktu dan tempatnya ditentukan (biasanya di balai RW/RT/desa, kantor LKM BMT, rumah anggota, masjid, dsb), biasanya diisi dengan perbincangan bisnis para nasabah LKM BMT, disamping pendampingan mental spiritualnya terutama motive berusaha.
6. Manajemen LKM BMT adalah professional :
– Manajer minimal D3, dilatih pertama kali 2 minggu oleh PINBUK
– Administrasi pembukuan dan prosedur ditata dengan system manajemen keuangan yang rapih dan ilmiah
– Aktif “menjemput bola” beranjangsana dan berprakarsa.

MENGAPA HARUS MENDIRIKAN & MENGEMBANGKAN LKM BMT?
1. Pembangunan nasional harus dipercepat
2. Lebih dari 92 % dari struktur pengusaha nasional kita adalah usaha mikro (kecil bawah) yang salah satu faktor kesulitan mereka adalah masalah permodalan, sementara mereka kurang mengenal Bank atau Lembaga Keuangan dan atau sulit mengaksesnya.
3. Bank segan “mencapai” mereka, karena biaya Bank (over head cost), “terlalu mahal” untuk pembiayaan kecil – kecil dan banyak jumlahnya
4. Sebagian besar penduduk golongan ekonomi lemah dan tertinggal, terjerat rentenir dengan bunga tinggi dengan prosedur yang gampang dan sederhana

APAKAH KELAYAKAN PENDIRIAN LKM BMT?
LKM BMT layak berdiri bila memenuhi kriteria :
A. Ada kemauan maju dan prakarsa masyarakat
B. Ada praktek rentenir atau lintah darat
C. Ada potensi usaha kecil yang dapat dikembangkan
D. Dari rancangan keuangan di ketahui ; Adanya modal pendiri, Dana yang disiapkan menutup biaya operasional 3 bulan, Ada sejumlah tokoh yang merasa memiliki dan bertanggung jawab

BERAPA MODAL AWAL PENDIRIAN LKM BMT?
LKM BMT didirikan dengan modal awal sebesar 50 juta rupiah atau lebih. Namun jika terdapat kesulitan dalam mengumpulkan modal awal, dapat dimulai dengan modal 20 juta rupiah

DARI MANA DIPEROLEH MODAL AWAL LKM BMT?
Modal awal LKM BMT berasal dari beberapa tokoh masyarakat setempat, yayasan, kas kelompok swadaya masyarakat, dana masjid, atau BAZIS setempat. Namun sejak awal anggota pendiri LKM BMT/ harus terdiri antara 20 – 44 yang mereka secara riil memberikan peran partisipasinya sebagai pendiri dan menyerahkan uang Simpanan Pokok Khusus yang besarnya tidak mesti sama antar orang per orangnya

BERAPA JUMLAH ANGGOTA PENDIRI?
Pembatasan jumlah 20 – 44 anggota pendiri, diperlukan agar LKM BMT menjadi milik masyarakat setempat dan berkembang dengan berkelanjutan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil bawah dan kecil. Diperlukan sejumlah anggota inti yang layak, tidak terlalu sedikit sehingga LKM BMT tidak dimiliki sekelompok kecil orang saja dan juga tidak terlalu banyak, sehingga memudahkan dalam mengambil keputusan

APA BADAN HUKUM LKM BMT?
LKM BMT dapat didirikan dalam bentuk KSM atau Koperasi
A. KSM : Kelompok Swadaya Masyarakat dengan mendapatkan sertifikasi kemitraan dari PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil)
B. Koperasi Serba Usaha atau Koperasi Simpan Pinjam, memerlukan anggota pendiri minimal 20 orang

BAGAIMANA TAHAP PENDIRIAN LKM BMT?
A. Pemrakarsa membentuk Panitia Penyiapan Pendirian LKM BMT (P3B) di lokasi komunitas tertentu : Desa, Kelurahan, Kecamatan, Pasar, Kawasan Transmigrasi, Pesisir, Lingkungan Perusahaan, Pesantren atau lainnya
B. P3B mencari modal awal atau modal perangsang sebesar Rp 50 juta atau minimal Rp 20 juta untuk segera memulai langkah operasional. Modal ini dapat berasal dari perorangan, lembaga, yayasan, BAZIS, Pemda atau sumber lainnya
C. Atau langsung menarik pemodal – pemodal sendiri dari sekitar 20 – 40 orang di kawasan itu untuk mendapatkan dana urunan hingga mencapai 20 – 50 juta (Simpanan Pokok Khusus atau Saham yang nantinya akan diberikan kompensasi pembagian SHU setiap akhir tahun)
D. Jika calon pemodal telah ada maka dipilih calon pengurus yang ramping (3 – 5 orang) yang akan mewakili pendiri dalam mengarahkan kebijakan LKM BMT
E. Merekrut calon pengelola dan mengikutkan pelatihan serta magang dengan menghubungi penulis via email
F. Melaksanakan persiapan sarana kantor dan perangkat administrasi atau form – form yang diperlukan
G. Menjalankan operasional bisnis LKM BMT

BAGAIMANA PROSPEK LKM BMT?
Dari kiprah yang berusaha tumbuh dari bawah, tampak jelas peran LKM BMT dalam membangun ekonomi masyarakat. Secara ringkas tujuan dan dampak positif yang ditimbulkan antara lain :
1. Menyalurkan dana untuk usaha bisnis kecil dengan sifat mudah, murah dan bersih
2. Memperbaiki modal, artinya identik dengan upaya peningkatan taraf hidup
3. Tempat berlatih manajemen ekonomi di masyarakat bawah
4. Menjadi perantara antara pemodal dan penabung dengan pengusaha mikro
5. Sangat mudah didirikan karena tanpa modal besar, peralatan dan kantor mewah
6. Sudah ada contoh Best Practices, saat ini telah berkembang sekitar 3000 LKM BMT di seluruh Indonesia, dengan aset mulai dari puluhan juta hingga ratusan milyar dan telah membantu permodalan dan pendampingan kepada ratusan ribu usaha mikro

KHOTIMAH
Semuanya memang harus peduli, semuanya harus ikhlas. Modal tenaga dan keahlian kita rajut sebagai mozaik utuh. Dengan dibalut doa insya Allah kita gugah kebersamaan. Yang selama ini barangkali hanya melangkah sendiri – sendiri, kita padukan sebuah kekuatan yang menggelegak, yang getarnya harus terasa di setiap lapisan masyarakat

http://keuanganmikrosyariah.blogspot.com/2009/01/mengenal-kjks-bmt.html

Software BMT KJKS KOPERASI SYARIAH Free Download…!

Software KEUANGAN PERUSAHAAN CORPORATE WASERDA TOSERBA MINIMARKET Free Download…!

Persamaan komponen Bunga & Riba

Persamaan komponen Bunga & Riba

Bunga

Transaksi berdasarkan pinjaman (Qardh)

Tambahan ke atas pokok

Tambahan tersebut berbentuk nominal, prosentase tetap (flat)

dan atau majemuk.

Prosentase tersebut dikaitkan dengan jumlah pokok

Besarnya bunga dikaitkan dengan tempo pembayaran

Riba

Akad berdasarkan pinjaman (Qardh)

Tambahan ke atas pokok

Tambahan tersebut bisa berbentuk nominal, flat, majemuk,

barang dan atau manfaat.

Dalam bentuk prosentase, selalu dikaitkan dengan jumlah pokok

Besarnya tambahan bisa dikaitkan dengan tempo pembayaran

 

Perbedaan Bunga & Bagi Hasil

Bunga

Bunga biasanya terjadi dalam transaksi pinjaman (kredit)

dan penghimpunan dana.

Dana untuk pembayaran bunga bisa diambil dari penghasilan manapun

Besarnya prosentase bunga dikaitkan dengan jumlah uang yang dipinjamkan

Bunga harus tetap dibayar walaupun proyek merugi.

Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah

keuntungan proyek yang dibiayai berlipat.

Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua

agama termasuk Islam.

Bagi Hasil

Bagi hasil hanya terjadi pada akad Bagi Hasil (Mudharabah & Musyarakah)

bukan akad Pinjaman (Qardh).

Dana bagi hasil hanya bisa diambil dari hasil pengelolaan dana tersebut.

Besarnya bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan/pendapatan

yang diperoleh dan nisbah yang disepakati.

Bagi hasil adalah bagi untung dan bagi rugi. Kalau untung dibagi menurut

nisbah dan kalau rugi ditanggung oleh penyandang dana.

Jumlah bagi hasil meningkat seiring dengan peningkatan jumlah keuntungan.

Tidak ada yang meragukan keuntungan bagi hasil.

 

Perbedaan Bunga & Margin Keuntungan

Bunga

Bunga biasanya terjadi dalam transaksi pinjaman (kredit) dan penghimpunan dana

Besarnya prosentase bunga dikaitkan dengan jumlah uang yang dipinjamkan.

Bunga harus tetap dibayar walaupun proyek merugi.

Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama

termasuk Islam.

Marjin Keuntungan

Marjin keuntungan hanya terjadi pada akad jual beli.

Prosentase marjin keuntungan didasarkan pada kesepakatan antara pembeli dan penjual.

Marjin keuntungan adalah hak penjual dan merupakan bagian dari harga yang disepakati

antara pembeli dan penjual.

Tidak ada yang meragukan marjin keuntungan atas transaksi jual beli.

 

Perbedaan Bunga & Upah/Sewa (Ujrah)

Bunga

Bunga biasanya terjadi dalam transaksi pinjaman (kredit) dan penghimpunan dana.

Bunga biasanya berbentuk prosentase.

Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama termasuk Islam.

Upah/Sewa (Ujrah)

Upah sewa hanya terjadi pada akad Ijarah (sewa menyewa).

Upah sewa biasanya berbentuk nominal.

Tidak ada yang meragukan upah ataupun sewa dalam transkasi sewa-menyewa

atau upah-mengupah.

http://kjksamanahummah.blogspot.com/2011/05/persamaan-komponen-bunga-riba-bunga.html

Software BMT KJKS KOPERASI SYARIAH Free Download…!

Software KEUANGAN PERUSAHAAN CORPORATE WASERDA TOSERBA MINIMARKET Free Download…!

Manajemen Sistem Informasi ( SI )

Materi Perkuliahan Manajemen Sistem Informasi :

Link Materi:

>Materi 1

>Materi 2

>Materi 2

>Materi 3

>Materi 3

>Materi 4

>Materi 5

>Materi 6

>Materi 7

>Materi 8

>Materi 9

>Materi 10

Silahkan -> Free DownLoad…!!!

Contact : RAHMADI, SE, SKom

Phone : 0511 7514143

Address : Jl.Sekumpul Gang Puji Rahayu RT.12 RW.06 Martapura-Kalimantan Selatan -Indonesia

Email ke Boutique Software Programming