Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP)

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akan meluncurkan standar akuntansi syariáh dalam tiga bahasa serta standar akuntansi ETAP (SAK ETAP) di dalam acara Seminar Nasional Akuntansi “Tiga pilar Standar Akuntansi Indonesia” yang dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya dan Ikatan Akuntan Indonesia di kota Malang pada tanggal 17-18 Juli 2009.

Hadir di dalam seminar tersebut ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI, Ahmadi Hadibroto, Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), M. Jusuf Wibisana dan anggota-anggota DSAK lainnya.

Bertindak sebagai keynote speaker Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman Hadad yang menyampaikan materi mengenai Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) dan Pengembangan SAK Syariah di Indonesia, serta Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan, Dr. A. Fuad Rahmany yang juga akan memberikan keynote speech untuk membahas strategi menempatkan Indonesia dalam pusaran pasar uang dan pasar modal global melalui konvergensi IFRS.

Seminar ini akan ditutup dengan pembahasan berbagai pemikiran strategis IAI tentang standar akuntansi Indonesia masa depan sebagai persembahan IAI dalam pembangunan ekonomi berbasis transparansi dan akuntabilitas.

“Standar Akuntansi untuk Entitas tanpa akuntabilitas publik akan membantu perusahaan kecil menengah dalam menyediakan pelaporan keuangan yang tetap relevan dan andal dengan tanpa terjebak dalam kerumitan standar berbasis IFRS yang akan kita adopsi di dalam Standar Akuntansi PSAK kita. Proses harmonisasi IFRS dan PSAK kita harapkan akan selesai pada tahun 2012 “ demikian ungkap ketua DSAK, M. Jusuf Wibisana. “SAK ETAP ini akan khusus digunakan untuk perusahaan tanpa akuntanbilitas publik yang signifikan. Perusahaan yang terdaftar di dalam bursa efek dan yang memiliki akuntabilitas publik signifikan tetap harus menggunakan PSAK kita yang umum. SAK ETAP ini akan mulai diberlakukan pada tahun 2011 namun penerapan lebih awal di 2010 diperbolehkan” Ujar ketua DPN IAI, Ahmadi Hadibroto.

Standar akuntansi syariáh akan diluncurkan dalam tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa Arab. Standar ini diharapkan dapat mendukung industri keuangan syariáh yang semakin berkembang di Indonesia. Dengan diluncurkannya dua standar tersebut, maka standar akuntansi di Indonesia menjadi lengkap dengan tiga pilar standar akuntansi yakni SAK (Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku umum), SAK ETAP dan SAK Syariáh.

http://auditme-post.blogspot.com/2009/07/standar-akuntansi-entitas-tanpa.html

Software BMT Free Download…!

Advertisements

Indonesia miliki 12 Standar Akuntansi

Jakarta (03/09). Indonesia kali ini boleh bangga. Karena ternyata Indonesia adalah negara satu-satunya yang memiliki Standar Akuntansi Syariah, jadi sekarang ini Indonesia memiliki 3 pilar Standar Akuntansi, International Accounting Standar (IAS), Standar Akuntansi non Public, dan Standar Akuntansi Syariah.
Demikian Sofyan Safri memaparkan, lebih lanjut beliau mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki 12 standar akuntansi. Dan 12 Standar akuntansi tersebut sudah diterjemahkan kedalam B.Arab dan Inggris.
“ Ini menjadi sebuah kebanggan, Indonesia adalah satu-satunya negara yang memilikinya.” Ungkapnya.
Dalam sambutannya pada saat pembukaan M-Life Festifal di Grand Indonesia, beliu juga berharap agar sekiranya 12 Standar Akuntansi yang sudah diterjemahkan kedalam B.Arab dan Inggris bisa menjadi sumber untuk Standar Akuntansi International.
Beliau juga merasa bangga karena sekarang ini Indonesia sudah membuka lembaga yang menyalurkan Sertifikasi Akuntansi Syariah. Dan lembaga yang sudah bisa mengeluarkan Sertifikat Akuntansi Syaria adalah IAI. Hal tersebut menurut Sofyan Safri adalah salah satu strategi.untuk mengembangkan Ekonomi Syariah, karena misi ini sesuai dengan apa yang dikatakan Kia Ma’ruf Amin Islam adalah Rohmatan lil’alamin. [rif]

http://www.pkesinteraktif.com/content/view/5740/204/lang,id/

Software BMT Free Download…!