Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP)

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akan meluncurkan standar akuntansi syariáh dalam tiga bahasa serta standar akuntansi ETAP (SAK ETAP) di dalam acara Seminar Nasional Akuntansi “Tiga pilar Standar Akuntansi Indonesia” yang dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya dan Ikatan Akuntan Indonesia di kota Malang pada tanggal 17-18 Juli 2009.

Hadir di dalam seminar tersebut ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI, Ahmadi Hadibroto, Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), M. Jusuf Wibisana dan anggota-anggota DSAK lainnya.

Bertindak sebagai keynote speaker Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman Hadad yang menyampaikan materi mengenai Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) dan Pengembangan SAK Syariah di Indonesia, serta Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan, Dr. A. Fuad Rahmany yang juga akan memberikan keynote speech untuk membahas strategi menempatkan Indonesia dalam pusaran pasar uang dan pasar modal global melalui konvergensi IFRS.

Seminar ini akan ditutup dengan pembahasan berbagai pemikiran strategis IAI tentang standar akuntansi Indonesia masa depan sebagai persembahan IAI dalam pembangunan ekonomi berbasis transparansi dan akuntabilitas.

“Standar Akuntansi untuk Entitas tanpa akuntabilitas publik akan membantu perusahaan kecil menengah dalam menyediakan pelaporan keuangan yang tetap relevan dan andal dengan tanpa terjebak dalam kerumitan standar berbasis IFRS yang akan kita adopsi di dalam Standar Akuntansi PSAK kita. Proses harmonisasi IFRS dan PSAK kita harapkan akan selesai pada tahun 2012 “ demikian ungkap ketua DSAK, M. Jusuf Wibisana. “SAK ETAP ini akan khusus digunakan untuk perusahaan tanpa akuntanbilitas publik yang signifikan. Perusahaan yang terdaftar di dalam bursa efek dan yang memiliki akuntabilitas publik signifikan tetap harus menggunakan PSAK kita yang umum. SAK ETAP ini akan mulai diberlakukan pada tahun 2011 namun penerapan lebih awal di 2010 diperbolehkan” Ujar ketua DPN IAI, Ahmadi Hadibroto.

Standar akuntansi syariáh akan diluncurkan dalam tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, Inggris dan bahasa Arab. Standar ini diharapkan dapat mendukung industri keuangan syariáh yang semakin berkembang di Indonesia. Dengan diluncurkannya dua standar tersebut, maka standar akuntansi di Indonesia menjadi lengkap dengan tiga pilar standar akuntansi yakni SAK (Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku umum), SAK ETAP dan SAK Syariáh.

http://auditme-post.blogspot.com/2009/07/standar-akuntansi-entitas-tanpa.html

Software BMT Free Download…!

Advertisements

Indonesia miliki 12 Standar Akuntansi

Jakarta (03/09). Indonesia kali ini boleh bangga. Karena ternyata Indonesia adalah negara satu-satunya yang memiliki Standar Akuntansi Syariah, jadi sekarang ini Indonesia memiliki 3 pilar Standar Akuntansi, International Accounting Standar (IAS), Standar Akuntansi non Public, dan Standar Akuntansi Syariah.
Demikian Sofyan Safri memaparkan, lebih lanjut beliau mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki 12 standar akuntansi. Dan 12 Standar akuntansi tersebut sudah diterjemahkan kedalam B.Arab dan Inggris.
“ Ini menjadi sebuah kebanggan, Indonesia adalah satu-satunya negara yang memilikinya.” Ungkapnya.
Dalam sambutannya pada saat pembukaan M-Life Festifal di Grand Indonesia, beliu juga berharap agar sekiranya 12 Standar Akuntansi yang sudah diterjemahkan kedalam B.Arab dan Inggris bisa menjadi sumber untuk Standar Akuntansi International.
Beliau juga merasa bangga karena sekarang ini Indonesia sudah membuka lembaga yang menyalurkan Sertifikasi Akuntansi Syariah. Dan lembaga yang sudah bisa mengeluarkan Sertifikat Akuntansi Syaria adalah IAI. Hal tersebut menurut Sofyan Safri adalah salah satu strategi.untuk mengembangkan Ekonomi Syariah, karena misi ini sesuai dengan apa yang dikatakan Kia Ma’ruf Amin Islam adalah Rohmatan lil’alamin. [rif]

http://www.pkesinteraktif.com/content/view/5740/204/lang,id/

Software BMT Free Download…!

Pengertian Anggota Penuh, Calon Anggota, Anggota dilayani, Anggota Luas Biasa dan Anggota Pendiri

1. Anggota Penuh adalah;

Anggota yang mempunyai hak suara, artinya telah memenuhi syarat-syarat keanggotaan sesuai yang ditentukan dalam AD/ART serta peraturan-peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan telah membubuhkan tanda tangannya dalam BUKU DAFTAR ANGGOTA.

2. Calon Anggota adalah;

Orang-orang yang belum melunasi pembayaran Simpanan Pokok, secara formal belum sepenuhnya melengkapi persyaratan administrasi sebagaimana ditentukan dalam AD/ART, sehingga belum bisa diterima sebagai anggota penuh.

Memiliki hak bicara tetapi tidak memiliki hak memilih dan dipilih untuk menjadi pengurus ataupun pengawas.

Memperoleh pelayanan yang sama.

Calon Anggota mempunyai kewajiban;

.1. Membayar simpanan wajib sesuai dengan ketentuan yang diputuskan rapat anggota;

.2. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha koperasi;

.3. Mentaati ketentuan AD/ART, keputusan rapat anggota dan ketentuan lainnya yang berlaku;

.4. Memelihara nama baik dan kebersamaan Koperasi.

3. Anggota Dilayani adalah;

Warga masyarakat yang mendapat pelayanan secara teratur dari koperasi, namun belum mengajukan permohonan menjadi anggota koperasi. Anggota dilayani termaksud agar diarahkan menjadi anggota koperasi.

4. Anggota Luar Biasa

Seseorang dapat menjadi anggota luar biasa, bilamana yang bersangkutan adalah Warga Negara yang mampu melakukan tindakan hukum, tetapi belum sepenuhnya dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam AD/ART koperasi. Selain itu warga Negara asing yang telah memiliki Kartu Ijin Menetap (KIM) yang ingin mendapat pelayanan dalam koperasi, namun tidak memiliki persyaratan untuk menjadi anggota koperasi;

Anggota Luar Biasa mempunyai hak bicara, tetapi tidak memiliki hak memilih dan dipilih untuk menjadi pengurus atau pengawas koperasi;

Anggota Luar Bisa berhak atas sisa hasil usaha (SHU) sesuai dengan keputusan rapat anggota.

5. Anggota Pendiri adalah;

Orang-orang yang mendirikan koperasi, yang hadir dalam rapat pembentukan/pendirian dan telah memenuhi persyaratan keanggotaan serta menyatakan diri menjadi anggota.

http://vmcdepok.files.wordpress.com/2009/04/kop-pedoman-keorganisasian.doc

Software BMT Free Download…!

Unsur Elemen Anggota Pengelola Koperasi / Koprasi – Anggota Koperasi, Pengurus Koperasi, Rapat Anggota dan Badan Pemeriksa

Unsur Elemen Koperasi:

1. Anggota Koperasi

Anggota koperasi adalah merupakan individu-individu atau koperasi-koperasi yang menjadi bagian dari koperasi tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Sebagai anggota koperasi wajib membayar sejumlah uang untuk simpanan pokok dan simpanan wajib.

2. Pengurus Koperasi

Pengurus koperasi adalah orang-orang yang dipilih untuk masa jabatan paling lama lima tahun sesuai dengan anggaran koperasi. Sepertiga anggota pengurus koperasi dapat dipilih dari orang-orang yang bukan anggota koperasi, sedangkan sisanya sebesar dua pertiga adalah harus benar-benar berasal dari anggota koprasi.

Pengurus koperasi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjalankan dan melaksanakan segala hal yang tercantum dalam keputusan anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan rapat anggota. Pengurus koprasi bertanggung jawab langsung kepada rapat anggota.

3. Rapat Anggota

Rapat anggota adalah pihak yang memegang kekuasaan yang paling tinggi dalam struktur organisasi koperasi. Rapat anggota koperasi membuat berbagai keputusan strategis koperasi seperti kebijakan koperasi, anggaran dasar, anggaran rumah tangga, anggaran kerja, anggaran belanja, mengesahkan laporan neraca, mengangkat serta memberhentikan pengurus koperasi, badan pemeriksa dan juga penasehat.

Rapat anggota koperasi paling sedikit dilaksanakan setiap satu tahun sekali dan dapat diadakan jika ada sesuatu hal yang mendesak dan perlu diambil keputusan sesegera mungkin.

4. Badan Pemeriksa Koperasi

Badan pemeriksa koperasi adalah suatu jabatan pada koperasi yang anggotanya dipilih dari anggota koperasi dan tidak boleh merangkap jabatan lain pada koperasi tersebut. Badan pemeriksa memiliki tanggung jawab langsung kepada rapat anggota koperasi. Badan pemeriksa memiliki tugas dan fungsi untuk mengawasi dan memeriksa pembukuan keuangan dan kekayaan koperasi, tata kehidupan koperasi dan juga pelaksanaan kebijakan pengurus koperasi.

http://organisasi.org/unsur_elemen_anggota_pengelola_koperasi_koprasi_anggota_koperasi_pengurus_koperasi_rapat_anggota_dan_badan_pemeriksa

Software BMT Free Download…!

Selisih Waktu pada Visual Foxpro

FUNCTION Time2Time(cTime1,cTime2)
LOCAL cJam,nJam, nMenit, nDetik, nDetik1, nDetik2, nDetik3
*
nDetik1 = VAL(SUBSTR(cTime1,1,2))*3600+VAL(SUBSTR(cTime1,4,2))*60+VAL(SUBSTR(cTime1,7))
nDetik2 = VAL(SUBSTR(cTime2,1,2))*3600+VAL(SUBSTR(cTime2,4,2))*60+VAL(SUBSTR(cTime2,7))
*
nDetik3 = ABS(nDetik2-nDetik1)
nJam = INT(nDetik3/3600)
nMenit = INT((nDetik3-nJam*3600)/60)
nDetik = nDetik3-nJam*3600-nMenit*60
*
cJam = RIGHT(’00’+LTRIM(STR(nJam)),2)+’:’+RIGHT(’00’+LTRIM(STR(nMenit)),2)+’:’+RIGHT(’00’+LTRIM(STR(nDetik)),2)
RETURN cJam
ENDFUNC

http://fox-id.org/smf/index.php?action=printpage;topic=6752.0

3 Pilar Operational Excellence Manajemen Toko

Store Management atau Manajemen Toko, dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan operasional toko, sehingga operasional toko berjalan lancar dan tujuan toko terpenuhi. Dalam konsep Local Store Marketing syarat sukses sebuah toko, dimanapun dan apapun bentuk format toko yang dimiliki, adalah operasional toko yang excellence.

Operasional toko yang excellence hanya akan dicapai jika retailer menerapkan manajemen toko yang tepat dan efektif. Praktek Store Management bertujuan untuk :
1. Pengembangan karyawan (People development)
2. Kepuasan pelanggan (Customer satisfaction)
3. Pertumbuhan penjualan (Sales growth)
4. Pertumbuhan keuntungan (Profit growth)
5. Praktek administrasi yang baik (Good administration practices)

Dalam konsep Micromarketing atau Local Store Marketing (LSM), Store Management merupakan disiplin yang sangat penting dan pembentuk fondasi dari Piramida Memenangkan Pasar, yaitu Store Operational Excellence.

Sering ditemukannya produk cacat, expired, busuk, display kosong, produk tidak mengelompok, POP tidak lengkap, penampilan karyawan buruk, karyawan judes, antrian panjang, karyawan tidak mampu memberikan informasi kepada pelanggan, AC rusak, display berdebu, dan lantai kusam; merupakan ciri-ciri dari kegagalan manajemen toko (Store Management). Dengan menerapkan manajemen toko yang tepat dan efektif, tim manajemen di toko dapat memberikan Quality, Assortment, Service dan Value yang memuaskan.

Implemantasi manajemen toko yang tepat dan efektif menjamin terciptanya loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Slogan berikut harus dipatri didalam benak setiap karyawan toko : Promosi yang efektif akan membawa pelanggan baru datang ke toko, operasional toko yang memuaskan akan membuat pelanggan datang lagi dan datang lagi.

3 Pilar Operational Excellence

Apa pun bentuk dan format toko yang dimiliki retailer, terdapat satu pola yang harus ditiru dan diterapkan oleh retailer untuk mencapai operational excelence. Berdasarkan pengalaman langsung dari penulis, SMfr@nchise mendisain pola strategi guna mencapai operational excelence tersebut. Pola tersebut kita namakan 3 Pilar Operational Excelence.

Operational Excelence dicapai melalui tiga pilar strategi, yaitu fokus pada pengembangan antusiasme dan kualitas karyawan (KSA – knowledge, skill dan attitude), penerapan sistem dan prosedur operasional yang effektif, dan fokus pada QASV (Quality, Assortment, Service dan Value) untuk mencapai operational excelence. Ketiga pilar tersebut harus disusun berdasarkan pada visi dan misi perusahaan.

Retailer-retailer yang menjadi pemimpin pasar di bidangnya seperti Wal-Mart, McDonalds, Nordstorm, dan Starbuck memahami benar peranan pilar-pilar tersebut dalam mensukseskan dominasi mereka di pasar. Ungkapan yang dikemukakan pada hari pertama orientasi manajemen di McDonalds adalah We are not a hamburger business, we are people business. Program pemilikan saham, kontes-kontes internal antar karyawan, pernyataan fokus operasional dan pedoman operasional yang lengkap dan diimplementasikan, merupakan penyangga bagi terciptanya operational excelence di perusahaan-perusahaan tersebut.

Bagi retailer di Indonesia, ke-tiga pilar tersebut sudah menjadi satu wacana internal. Namun sayangnya belum banyak yang benar-benar mempraktekkan konsep tersebut ke dalam operasional bisnisnya sehari-hari. Karena perusahaan tidak ditopang oleh pilar yang kuat, akibatnya mudah goyah jika pesaing baru yang lebih baik masuk.

Jika ke-tiga pilar tersebut telah dimiliki, maka retailer telah memiliki pondasi yang kuat bagi pelaksanaan strategi kepemimpinan pasar yang kita sebut  Piramida Memenangkan Pasar. Tanpa ini jangan coba-coba mengundang banyak pengunjung dengan membuat program pemasaran dan promosi yang heboh, jika tidak ingin mengecewakan mereka. Dan kehilangan kesempatan menjadi nomor satu!.

smf16.tripod.com/smfranchise/id10.html

Software Waserda POS Point of Sales Terpadu Free Download Gratis

Manajemen Waserda

Ir. Achsan Permas, M.B.A.

Keadaan ekonomi Indonesia yang masih/sedang terpuruk ini telah mengubah perilaku masyarakat secara drastis dalam membeli kebutuhan sehari-harinya. Hal ini mau tidak mau harus dilakukan oleh masyarakat kita, karena meningkatnya biaya hidup, termasuk meningkatknya harga kebutuhan sehari-hari. Di pihak lain pendapatan masyarakat tetap atau bahkan menurun. Keadaan ini tentu mempengaruhi pola pengelolaan usaha, termasuk usaha kecil, yang bergerak di bidang penyediaan kebutuhan sehari-hari atau sekarang populer disebut “sembako”. Banyak usaha kecil, termasuk koperasi, saat ini mengalami permintaan yang tinggi akan “sembako” karena banyak masyarakat yang mengubah pola belanjanya. Sekarang mereka cenderung mencari yang murah sesuai dengan kemampuannya yang menurun. Nah, inilah yang menyebabkan banyak masyarakat mengalihkan tempat belanjanya ke koperasi atau warung serba ada (waserda) yang dikelola sebagai usaha kecil.

Keadaan ini juga diperhatikan oleh pemerintah, sehingga pemerintah nampaknya akan memberikan dorongan bagi koperasi dan usaha kecil untuk mengembangkan dirinya dalam memenuhi permintaan yang timbul dari masyarakat. Melihat permintaan yang timbul dari rencana pemerintah untuk membantu usaha kecil ini, maka seyogyanya para pengelola waserda dapat mempersiapkan diri untuk menerima dan sekaligus mengembangkan kesempatan ini. Keberhasilan usaha sangat ditentukan oleh dua hal ini, yaitu kesempatan dan kesiapan pengelola waserda untuk menerim dan mengembangkan kesempatan ini.

Pengelolaan Dana

Pertama yang harus disiapkan adalah dana atau uang. Keadaan ekonomi yang krisis telah membuat nilai rupiah rendah dan langka. Apalagi tingkat kepercayaan (kredibilitas) juga menurun. Di lain pihak, faktor kejahatan juga masih mengkhawatirkan. Akibatnya, berhati-hatilah dalam mengelola uang. Pemcatatan dan penyimpanan uang perlu diperhatikan. Milikilah buku catatan penerimaan dan pengeluaran uang, catat secepatnya saat itu juga, jangan ditunda. Jangan lupa menjumlah dan memeriksa sisa uang setiap hari, baik sebelum buka usaha (pagi hari) maupun setelah tutup usaha (sore atau malam hari). Usahakan semua pembayaran dilakukan secara tunai. Gunakan cara pencatatan sederhana saja, yaitu penerimaan, pengeluaran dan sisa atau disebut juga saldo. Kalau belum sempat mencatat dalam buku, siapkan saja tiga paku besar dan sejumlah kertas kecil polos seperti bon. Catat setiap penerimaan dalam kertas kecil tsb., demikian juga kalau mengeluarkan uang dari kas. Kalau sudah dicatat, simpanlah kertas itu dengan cara ditusukkan ke paku besar tadi. Beri tanda pakunya, mana paku untuk menyimpan bon catatan penerimaan, mana paku untuk bon pengeluaran dan paku ketiga untuk menyimpan bon atau kertas catatan sisa (saldo) uang. Nanti, kalau toko tutup atau jika ada waktu, baru dijumlahkan dan dicatat di buku, lalu cocokkan sisa atau saldo uang yang ada.

Mintalah potongan harga atau diskon kalau Anda membeli barang dan kalau Anda membayar tunai. Kalau jumlah uang terbatas, minta sistem konsinyasi, di mana pembayaran dilakukan kalau barang sudah laku. Kalau ada pelanggan yang minta pembayaran kredit (menghutang atau “ngebon”), berikan hanya kalau dia adalah pelanggan tetap Anda, jelas alamatnya, sudah terbukti selalu membayar tepat waktu, dan untung Anda cukup besar dalam menjual barang tsb. Catat secara teliti siapa yang boleh dan suka “ngebon”. Tetapkan batas jumlah maksimal boleh “ngutang”. Kemudian jangan sungkan untuk menagih atau mengingatkan jatuh tempo untuk membayar. Jangan berikan kesempatan mengutang lagi kalau utang terdahulu belum dilunasinya. Didiklah pelanggan Anda untuk dapat menepati janjinya sendiri dalam membayar utang.

Lokasi

Lokasi adalah faktor penentu utama keberhasilan sebuah waserda atau toko. Makin strategis lokasi suatu toko, makin berpeluang berhasil. Carilah lokasi yang strategis, di tikungan jalan, dipinggir jalan yang ramai banyak pejalan kaki lalu lalang. Cobalah membuat survey singkat, berapa orangkah jumlah pelanggan yang bisa Anda layani? Jika sudah terlalu banyak toko penjual di satu lokasi dan tidak seimbang dengan jumlah pembelinya, sebaiknya jangan membuka toko baru lagi.

Siapkan Orang, Ruangan dan Peralatan

Anda harus punya orang yang membantu Anda untuk mengurus pencatatan dan penyimpanan uang, yang mengurus pembelian barang, yang juga mengurus penyimpanan barang di toko, yang melayani pembeli sekaligus memelihara, membersihkan dan mengamankan barang dagangan. Kalau jumlah orang terbatas, siapkan perlengkapan kerja dan administrasi uang terlebih dahulu. Misalnya tempat buku pencatatan uang (dan sistem paku tadi), tempat uang kas, alat pembersih toko, alat pajang, tempat pembungkus, alat timbang. Simpan dan letakkan di tempat yang aman, mudah terjangkau dan bersih.

Kemudian persiapkan ruangan toko. Kondisi lantai jangan kotor dan lembab. Kalau perlu, pakailah alas kayu (atau “pallet”). Lembaran karton tebal dan karung juga akan cukup membantu. Tentukan pembagian ruangan, sehingga jelas tata letak barangnya nanti. Tentukan pula tempat untuk barang yang berminyak atau berair, tempat untuk barang yang berat (seperti karung beras, drum minyak), tempat untuk barang yang dijual kiloan (curah), tempat untuk barang kosmetika (sabun, deodoran, sampo, pasta gigi), tempat untuk permen, makanan ringan, dan perlengkapan dapur. Beri perhatian khusus untuk barang yang mahal kalau perlu pisahkan dan beri tempat khusus yang lebih aman atau dimasukkan ke dalam lemari berkunci. Manfaatkan semua bidang ruang di toko untuk menyimpan dan memajang barang. Tetapkan tempat untuk pajangan promosi yang menarik (tempat menggantung barang atau alat promosi gantung). Letakkan sedmikian sehingga tidak mengganggu pandangan mata. Tetapkan barang yang memerlukan penyimpanan khusus dengan listrik, misalnya tempat utuk lemari es (freezer), atau pendingin atau justru pemanas. Tempat untuk menyimpan barang yang berat sebaiknya diberi roda agar mudah memindah-mindahkannya.

Pikirkan juga ruang untuk tempat penyimpanan stok. Kalau tempat terbatas, biasanya tempat pajangan barang sekaligus berfungsi sebagai tempat penyimpanan (stok). Tetapi kalau agak luas, maka dapat dipertimbangkan untuk memanfaatkan bagian bawah tempat pajangan untuk tempat stok. Konstruksi langit-langit ruang toko harus diperkuat terlebih dahulu sehingga layak untuk menyimpan barang.

Catatlah semua itu sehingga Anda punya data inventaris waserda Anda, kalau perlu beri kode untuk seluruh barang dan tempat yang sudah ditetapkan itu.

Pengelolaan Barang Dagangan

Kalau uang, orang, ruangan dan peralatan sudah siap, maka Anda dapat mulai memikirkan pengelolaan barang dagangan. Lihatlah kebutuhan pelanggan secara umum. Barang yang dibutuhkan, itulah yang harus disediakan. Kemudian buatlah pengelompokan barang dagangan. Saat ini banyak kebutuhan pokok yang diperlukan (beras, minyak goreng, gula, terigu), kebutuhan dapur (bumbu-bumbu, garam, kecap, saos, cuka, penyedap, pewarna dll.), perlengkapan kosmetika dan mandi (sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi, deodoran, alat cukur, bedak, dll.), perlengkapan rumah tangga (sabun cuci/deterjen, antisepetik, tisu, kain pel, sapu, lap, dll.), makanan ringan (kue, biskuit, mi instan, coklat, dll.), minuman ringan, perlengkapan sekolah (buku tulis, pinsil, penghapus, mistar, dll.), obat ringan untuk pertolongan pertama dll. Tetapkanlah kelompok barang mana saja yang akan Anda sediakan sesuai kebutuhan pelanggan Anda, sesuaikan dengan ruangan yang tersedia. Cobalah amati kelompok barang mana yang relatif lebih laku, dan kelompok barang mana yang justru permintaannya menurun. Jangan ragu untuk menghilangkan (merasionalisasi) barang yang sudah tidak diminati lagi. Misalnya sabun yang mahal, atau kemasannya indah tetapi harga jadi tinggi. Sekarang banyak pelanggan yang beralih dalam membeli barang kebutuhannya. Saat ini banyak pelanggan yang membutuhkan barang yang murah, tidak terlalu memerlukan merek mahal, asal kualitas dapat diterima. Misalnya untuk sabun deterjen, pilihlah merek yang agak murah atau yang dapat dijual kiloan, beri perhatian pada barang dengan kemasan atau bungkus yang kecil, mungkin itu yang diperlukan dan mampu dibeli pelanggan.

Usahakan agar perputaran barang cukup cepat, jangan menyimpan barang terlalu lama kalau tidak laku. Sebaiknya sediaan (stok) jangan terlalu banyak, yang penting perputaranya tinggi. Kalau mau menyimpan stok dalam jumlah besar, pastikan dulu bahwa permintaan akan barang tsb. cukup banyak, harganya tidak akan turun dalam waktu dekat, dan memang barangnya tahan lama, tidak cepat busuk atau hancur, dan ruangan tersedia. Jika tidak dipastikan terlebih dahulu, maka kalau barang itu tidak laku perputaran barang menjadi rendah, usaha juga akan mandeg.

Kemudian yang perlu dilakukan juga adalah mencari sumber pembelian barang. Cari dan binalah hubungan dengan pemasok (supplier) yang dapat memasok barang dengan teratur dan kualitas sesuai dengan kebutuhan, serta harga yang pantas dan dapat diajak kerja sama. Usahakan untuk membina hubungan dengan pemasok utama, tanpa melalui perantara. Jadi, rajinlah mencari alternatif pemasok. Kalau toko Anda terletak dalam suatu kompleks pertokoan atau pasar, maka biasanya pemasok dapat menugaskan petugas atau salesman-nya mendatangi toko Anda. Binalah hubungan pribadi dengan petugas tsb. Usahakan agar tidak bergantung pada satu pemasok saja.

Kemudian yang penting juga adalah sisa kemasan, terutama karton dan kantong belanja plastik. Karton bekas kemasan sebaiknya diusahakan untuk disimpan dan dipergunakana ulang. Karton (dus) bekas ini dapat dimanfaatkan untuk tempat belanja bagi pelanggan Anda. Demikian juga dengan kantong plastik yang masih bersih dan layak pakai dapat dimanfaatkan.

Hal terakhir yang penting jgua adalah pengamanan toko. Pengamanan ini dapat berupa pengamanan terhadap uang. Barang dagangan, ruang toko dan perlengkapannya, serta pengamanan untuk pelanggan yang ada di toko Anda. Hitung selalu uang yang diterima maupun dikeluarkan. Milikilah tempat penyimpanan yang yang kuat, ada kuncinya sehingga uang tidak mudah diambil. Setiap barang dagangan sebaiknya punya tempat untuk pajangan, kalau perlu jumlah yang dipajang selalu sama (misalnya 4 buah), sedangkan sejumlah lainnya disimpan di tempat yang lebih aman (dalam lemari bawah, dan di atas langit-langit toko atau gudang kecil lainnya). Pengamanan ruang toko dan perlengkapannya dapat dibuat dengan membuat rak atau tempat pajng yang kuat dan aman, sehingga barang tidak mudah jatuh, tidak mudah diambil begitu saja. Kalau perlu diberi penutup (kaca, palstik, kain, dll.). Ini juga penting untuk pengamanan pelanggan, agar tidak terjadi kecelakaan yang menimpa pelanggan, atau kehilangan barang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Kalau semua sudah diprsiapkan, maka Anda tinggal melayani pelanggan Anda sebaik-baiknya. Rasanya Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk memberikan pelayanan khusus bagi pelanggan Anda. Senyum gratis yang manis, sapaan yang hangat dan menyenangkan dengan hati yang tulus telah terbukti merupakan pelayanan yang manjur bagi pelanggan. Selamat bekerja.

http://cooperative-naive.forumotion.net/consumer-cooperative-f14/manajemen-waserda-t49.htm

Software Waserda POS Point of Sales Terpadu Free Download Gratis