Target Anggota Inkopsyah 300 BMT

JAKARTA — Lembaga keuangan mikro syariah seperti BMT yang cukup tahan dari guncangan krisis ekonomi global membuat pertumbuhan lembaga tersebut cukup stabil.Seiring dengan perkembangan tersebut permodalan dan aset Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) pun ikut tumbuh bersamaan dengan bertambahnya sejumlah anggota baru.

Tercatat per Juni Inkopsyah memiliki modal Rp 5,3 miliar dan aset Rp 33,8 miliar. Di 2008 lalu tercatat modal Inkopsyah sebesar Rp 4,5 miliar dan aset Rp 22,3 miliar. Direktur Inkopsyah, Arisson Hendry mengatakan untuk mendorong pertumbuhan Inkopsyah pihaknya menargetkan jumlah anggota mencapai 300 BMT.

Saat ini anggota Inkopsyah sebanyak 206 BMT, di antara 30 BMT tersebut berada di Jakarta. “Salah satu strategi untuk menggaet anggota baru adalah dengan memberi pembiayaan,” kata Arisson kepada Republika, Kamis (16/7).

Rata-rata Inkopsyah memberi pembiayaan Rp 200 juta-Rp 300 juta per BMT. Untuk mencapai target 300 anggota di tahun ini Inkopsyah pun mengajukan proposal ke sejumlah lembaga keuangan, termasuk di antaranya ke UUS Bank DKI sebesar Rp 5 miliar. Dari dana UUS Bank DKI tersebut, tambah Arisson, akan dikhususkan di wilayah Jakarta sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Khusus untuk Jakarta Inkopsyah menargetkan dapat menggaet 20 BMT baru untuk menjadi anggota. Selain menawarkan pembiayaan, lanjut Arisson, pihaknya juga memberi pelatihan bersama dan advokasi berbentuk konsultasi. Bersama dengan Permodalan Nasional Madani, Inkopsyah telah menyelenggarakan pelatihan di Yogyakarta dan Malang pada April lalu bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.

Melalui langkah strategi tersebut Inkopsyah memproyeksikan modal dapat mencapai Rp 5,7 miliar di akhir tahun ini. Aset pun diproyeksikan sebesar Rp 27,9 miliar. Tercatat di semester pertama laba Inkopsyah Rp 545 juta atau 70 persen dari target Rp 776 juta hingga akhir tahun.ant/kpo

http://www.republika.co.id/berita/62770/Target_Anggota_Inkopsyah_300_BMT

Software BMT Free Download…!

Kelahiran Spontan BMT, Wujud Kebutuhan Masyarakat

Boyolali, (29/4). Lahirnya banyak BMT yang berdiri di Solo Raya (Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah) menunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat membutuhkan lembaga ekonomi mikro yang berbasis syariah. Hal tersebut disampaikan oleh Adib Yuhairi koordinator Asosiasi BMT Syariah Solo Raya.

“Kami sebagai pelaku lembaga keuangan mikro BMT sebenarnya cukup kaget melihat perkembangan BMT selama 2 tahun terkhir,” ungkap Adib. Karena menurutnya sebelumnya BMT merupakan lembaga yang terpinggirkan bahkan tidak diakui posisinya.

Namun dalam perkembangannya ternyata mampu menjadi salah satu lembaga yang dapat menyokong pertumbuhan ekonomi ditingkat bawah.

“Perkembangan ini nampak jelas jika dilihat dari masing-masing kabupaten pasti ada BMT yang menonjol,” terangnya. Hal tersebut menunjukkan bawa BMT diterima bahkan sudah menjadi kebutuhan di kalangan ekonomi kecil.

Apalagi perkembangan pasca keputusan mentri Kepmen tentang Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) membuat pertumbuhan BMT semakin cepat. Keadaan ini mendorong tumbuhnya BMT secara spontan, ini terlihat dari banyaknya anggota baru asosiasi yang bergabung.

Menurutnya dengan banyaknya BMT baru akan lebih mendorong iklim kompetisi. “Kalau dulu tantangannya bagaimana untuk survive, namun sekarang sudah bergeser ke keharusan untuk bisa komptetitif,” tandas Manager BMT Tumang ini.

Peningkatan SDM

Dalam babak baru BMT ini, ia mengaku harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan SDM yang dimilikinya. “Tidak mudah untuk mendapatkan SDM yang baik apalagi di BMT. Karena orang yang berada di BMT tidak hanya sekedar bisnis melainkan ada kewajiban lain yang harus dipenuhi. Misalnya dakwah, sosialisasi dan ada banyak lagi yang saling berkaitan,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kemampuan, secara rutin dilakukan penigkatan kapasitas. Di BMT Tumang yang ia pimpin mempunyai beberapa program kerja yang dilakukan. Program tersebut dilakukan secara siklus harian, mingguan dan 6 bulanan.

Untuk program harian di BMT Tumang ada program rutin harian dengan melakukan ceklist spiritual yaitu mencatat aktifitas spiritual sejak bangun tidur hingga kembali tidur. SMS tahajud juga tak lupa dilakukan untuk menjaga agar seluruh karyawan dapat menjaga diri mereka agar dekat pada Allah. Program dua mingguan dilakukan kajian keislaman, dan enam bulanan dilakukan pengajian akbar.

“Semua itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas seluruh personil,” tutup Adib.

http://www.pkesinteraktif.com/content/view/4864/70/lang,id/

Software BMT Free Download…!

BMT Ibadurrahman Peroleh Penghargaan Menkokesra

Jakarta, (15/10). Meskipun jauh dari Ibukota Jakarta, Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Ibadurrahman Ciawi Jawa Barat mampu mengalahkan BMT-BMT lain dalam memperoleh penghargaan sebagai BMT terbaik versi pemerintah. Berdasarkan penilaian Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), BMT Ibadurrahman dinilai sebagai BMT terbaik dalam mengembangkan bisnis lembaga keuangan mikro syariah (LKMS).
Ridho Nugraha Ketua BMT Ibadurrahman, saat dikonfirmasi oleh KBES, tak menyangka jika BMT-nya mendapatkan penghargaan dari pemerintah, apalagi penghargaan tersebut diperolehnya saat terjadi gempa Jawa Barat.
“Maka kami merasa sangat bersyukur atas penghargaan tersebut dari pemerintah,” kata Ridho dengan rasa gembira.
BMT Ibadurrahman berdiri pada tahun 1995 dengan jumlah anggota awalnya sejumlah 20 orang dan modal 5 juta. Seiring dengan kemajuan bisnis yang selama ini dikembangkan oleh pengelola, hingga tahun 2009 BMT Ibadurrahman telah memiliki aset bisnis sejumlah Rp 7 miliar serta anggota berjumlah 700 orang.
Ridho menyebutkan hingga kini jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) BMT-nya sebesar Rp 4,5 miliar yang disalurkan untuk pembiayaan para anggotanya yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan menengah.
“Semua segmentasi bisnis para anggota, kami biayai.”paparnya
Dengan adanya penghargaan pemerintah tersebut, Ridho berharap terpacu semangat kami untuk mengembangkan bisnis.

http://www.pkesinteraktif.com/content/view/5953/71/lang,id/

Software BMT Free Download…!