Puskopasyah BMT Bukukan Aset Rp15 Miliar

Kamis, 22-01-2009

MAKASSAR, Upeks–Perkembangan usaha koperasi syariah serta Baitul Maal Wattamwil (BMT) di Sulsel semakin menggembirakan.

Keinginan masyarakat menjadikan koperasi syariah sebagai tempat berinvestasi mulai meningkat. Hal itu ditandai dengan perolehan aset tiap tahunnya mengalami peningkatan. Untuk 2008, aset koperasi syariah mencapai Rp15 miliar. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya hanya mencapai aset Rp10 miliar.
Demikian diungkapkan, Ketua Pusat Koperasi Syariah BMT (Puskopasyah BMT) Inti Provinsi Sulsel, Drs Mukhtar kepada Upeks, di Gedung Graha Pena Makassar, Selasa (20/1) lalu.
Melihat dari perolehan aset selama satu tahun, koperasi syariah cukup menggembirakan. Jumlah koperasi syariah termasuk BMT masuk dalam organisasi Poskopsa sebanyak 10 unit. Setiap anggota memiliki kewajiban menyetor simpanan wajib sebesar Rp25 ribu, sedangkan simpanan pokok sebesar Rp1 juta per unit. “Sebagaimana lazimnya koperasi termasuk beroperasi syariah harus menyetorkan simpanan pokok dan wajib. Untuk simpanan pokok jumlahnya Rp1 juta, sedangkan simpanan wajib Rp25 ribu,” ungkapnya.
Lebih jauh, dia mengatakan, selain itu masih ada juga simpanan khusus yang dibebankan kepada seluruh anggota yang jumlahnya tidak dibatasi tergantung dari kemampuan anggota.
Sebagai lembaga keuangan sekunder tingkat provinsi, lanjutnya, Puskopsyah BMT siap bekerja sama dengan perbankan syariah dalam melakukan pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil dan menengah khususnya koperasi syariah, begitupula BMT dan unit simpan pinjam syariah yang kini telah berjumlah kurang lebih 108 tersebar di seluruh wilayah Sulsel. Pusakopsyah BMT akan menjadi lembaga bisnis keuangan yang lebih mandiri, mengakar dan sehat untuk anggota dalam layanan pembiayaan dan membangun jaringan usaha yang kuat.
Lantas bagaimana tanggapan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) sebagai lembaga pembinaan usaha kecil dan menengah. Melalui, Manager Pembinaan Pendampingan dan Advokasi BMT, Drs Anwar mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan terjadi pertumbuhan kinerja termasuk aset BMT atau koperasi syariah. Namun, satu hal yang perlu menjadi perhatian utama ke depan yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam penjelasannya, dia mengatakan, masih ada sebagian pengurus LKM syariah belum mengetahui secara mendalam seperti apa dan bagaimana strategi mengembangkan usaha syariah baik koperasinya maupun BMT.
Untuk itu, ke depan Pinbuk sebagai lembaga bertugas memberi pelatihan kepada pengurus koperasi syariah dan BMT akan lebih proaktif dan menciptakan BMT dan koperasi syariah yang andal sehingga mampu bersaing dengan LKM lainnya. (Rusli)

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=28499&jenis=Keuangan

Software BMT Free Download…!

Advertisements

Kantor BMT Tumang akan diresmikan

Edisi : Selasa, 20 Januari 2009 , Hal.VIII

Boyolali (Espos) Menteri Negara Koperasi dan UKM, Suryadharma Ali, akan meresmikan Kantor Pusat Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT Tumang, Selasa (20/1).

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Boyolali, Mulyatno, mengatakan KJKS BMT Tumang telah beroperasi sejak 1 Oktober 1998 dengan modal awal Rp 7,05 juta dari modal simpanan pokok anggota pendiri. Sekarang KJKS BMT Tumang memiliki anggota sekitar 6.000 orang dengan omset mencapai Rp 2-3 miliar setiap bulan.
”Motivasi pendirian BMT Tumang ini sebagai wujud kepedulian tokoh masyarakat Tumang terhadap kesenjangan ekonomi yang terjadi, di mana masyarakat bawah banyak yang terjerat oleh rentenir,” ujar Mulyatno dalam rilis yang diterima Espos, Senin (19/1).
– Oleh : anh

http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=h43&id=257335

Software BMT Free Download…!

Absindo Luncurkan BMT Card Januari 2009

Written by Republika, 15 Nopember 2008

JAKARTA — Untuk meningkatkan peran serta Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dalam perekonomian desa, Asosiasi BMT Seluruh Indonesia (Absindo) akan meluncurkan BMT Card, Januari 2009. Saat ini Absindo telah melakukan uji coba di Yogyakarta, Jawa Tengah, Bandung, dan Depok.

“Dari uji coba, kami melihat respons users cukup bagus. Untuk itu ke depannya akan terus dikembangkan,” kata Ketua Umum Absindo, Aries Muftie di Jakarta, Jumat (14/11).
Pada peluncuran pertama, prioritas penggunaan BMT Card ditujukan kepada 800 BMT yang tergabung di dalam Induk Koperasi Syariah. Namun, papar Aries, tidak menutup kemungkinan apabila terdapat BMT-BMT yang tergabung dalam induk koperasi lainnya untuk segera menggunakan BMT Card. Hingga tahun 2008 tercatat ada 3200 BMT yang tergabung dalam Absindo.

Salah satu tujuan penggunaan BMT Card ini, untuk mempermudah transfer uang tenaga kerja Indonesia di luar negeri kepada keluarga yang rata-rata tinggal di desa. Dengan adanya BMT Card maka transfer uang tidak perlu dilakukan melalui bank, namun melalui BMT yang berlokasi cukup dekat dengan masyarakat.

“TKI mengirim uang ke bank-bank umum, tapi kebanyakan dana di bank itu disalurkan ke atas atau orang kaya. Dengan adanya BMT Card di desa maka uang TKI hanya berputar di desa saja,” ujar Aries.

Total transfer uang TKI bisa mencapai 15 miliar dolar AS per tahun. Dengan pengembangan BMT Card, Absindo pun menargetkan pada 2020 setiap desa di Indonesia bisa mandiri dengan melengkapi 78.124 desa yang tersebar di setiap wilayah Indonesia dengan BMT Card.

Seiring dengan tuntutan kecepatan pelayanan transaksi, BMT dituntut untuk mengembangkan teknologi transaksi secara online. Saat ini BMT Berkah Madani menjadi proyek percontohan bagi transaksi secara online dan selanjutnya akan dikembangkan ke BMT-BMT lainnya.

Menurut Ketua I Absindo, Andi Estetiono, potensi perkembangan BMT setiap tahunnya selalu menunjukkan hasil yang luar biasa. Kata dia, minat dan kepercayaan masyarakat terhadap BMT cukup tinggi.

“Rata-rata, setiap tahunnya, minimal ada penambahan 100 BMT baru,” kata Andi. Absindo menargetkan pada 2010 mendatang BMT dapat didirikan di setiap kecamatan dan di 2015 di setiap desa.

Aset BMT di seluruh Indonesia di tahun ini mencapai Rp 2,25 triliun, meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah Rp 2 triliun. Sementara rata-rata pembiayaan mencapai Rp 1 triliun per tahunnya. c67

http://www.berkahmadani.co.id/berita/1-berita-terkini/56-bmt-card.html

Wapres Launching 41 BMT Agam Madani

Kab. agam | Sabtu, 24/01/2009 18:36 WIB

Agam, (ANTARA)- Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla secara resmi melaunching 41 unit “Baitul Mall Wattanmil” (BMT), satu lembaga pembiayaan mikro di Kabupaten Agam, Sumbar, sebagai satu sarana untuk mengentaskan kemiskinan di daerah itu.

Launching 41 unit BMT tersebut ditandai dengan ditandatanganinya prasasti BMT di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumbar, Sabtu.

Wapres mengatakan, BMT satu alternatif pembiayaan bagi keluarga miskin agar mereka bisa mendapatkan akses kredit murah.

Bupati Agam, Aristo Munandar, mengatakan program BMT ini sebenarnya sudah diluncurkan pada Nopember 2007 yang pada awalnya hanya 16 unit BMT. Masing-masing BMT tersebut didanai oleh Pemkab Agam sebesar Rp300 juta.

Tahun 2008 kembali diluncurkan 41 unit BMT lagi yang tersebar pada masing-masing nagari di Kabupaten Agam.

Keberadaan BMT tersebut, katanya, mendapat sambutan positif masyarakat karena banyaknya terbentuk usaha baru dengan adanya dana pinjaman tersebut.

Masyarakat diberi pinjaman dana Rp2 sampai Rp5 juta baik untuk membangun usaha mandiri atau mengembangkan unit usaha yang sudah ada.

Jenis usaha masyarakat yang dikembangkan melalui BMT tersebut di antaranya, produksi gula merah, ternak sapi, kambing, usaha salon, sablon dan lainnya.

Sehubungan dengan dilaunchingnya 41 BMT Agam Madani oleh wapres, maka lengkaplah seluruh nagari di Agam sebanyak 82 nagari memiliki koperasi jasa keuangan syariah.

BMT Agam Madani ini satu-satunya di Indonesia dengan program pengentasan kemiskinan yang berbasis masjid, katanya. (*/wij)

http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?mod=berita&d=10&id=13407

Software BMT Free Download…!

Pemilu

Lempar Sepatu ke PM China, Pria 27 Tahun Akan Diadili 10 Februari

London – Kepolisian Inggris menahan seorang pria yang melempar sepatu ke Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao. Pria tersebut berusia 27 tahun.

“Menyusul insiden di auditorium saat pidato PM, seorang pria telah didakwa dengan pelanggaran ketertiban umum,” kata juru bicara kepolisian Inggris seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (3/2/2009).

“Pria berusia 27 tahun itu telah didakwa dengan pasal empat UU Ketertiban Umum dan akan muncul di pengadilan Cambridge pada Selasa, 10 Februari,” imbuh juru bicara tersebut.

Pria tersebut langsung menyerah usai melemparkan sepatu ke PM Wen. “Dia tidak melawan sama sekali. Kami membawa dia keluar dan dia pergi dengan tenang,” kata salah seorang polisi universitas.

Menurut kepolisian, pria tersebut tinggal di Cambridge namun polisi tidak bersedia menyebutkan kewarganegaraan pria tersebut.

Insiden pelemparan sepatu tersebut terjadi saat PM Wen berpidato di Universitas Cambridge, Inggris. Insiden itu secara dramatis mengakhiri tur PM Wen ke lima negara Eropa dengan Inggris sebagai negara terakhir yang dikunjunginya.

Sepatu tersebut memang tidak mengenai Wen, melainkan jatuh di atas podium tempat Wen berpidato. Insiden ini mengingatkan pada kejadian serupa di Baghdad, Irak pada Desember 2008 lalu. Saat itu, wartawan Irak, Muntazar al-Zaidi melempar dua sepatu ke arah mantan presiden AS George W Bush. Lemparan tersebut juga tidak mengenai sasaran. (ita/nrl)

http://www.detiknews.com/read/2009/02/03/092151/1078548/10/lempar-sepatu-ke-pm-china-pria-27-tahun-akan-diadili-10-februari

Daftar Keyboard Shortcut DELPHI

Code Parameters : Ctrl-Shift-Space
Code Completion : Ctrl-Space
Code Templates : Ctrl-J

Class Completion
Class Completion : Ctrl-Shift-C
Class Nav Up Ctrl-Shift-Up
Class Nav Down Ctrl-Shift-Down

Code Browsing (D6 and above)
Symbol Browsing : Alt-Up
Browse Forward : Alt-Right
Browse Backward : Alt-Left

Message Window
Previous Message : Alt-F7
Next Message : Alt-F8

IDE Windows
Code Explorer : Ctrl-Shift-E
Project Manager : Ctrl-Alt-F11
Window List : Alt-0 (zero)
Object Inspector : F11

Debugger Windows
Event Log : Ctrl-Alt-V
Breakpoints : Ctrl-Alt-B
Watches : Ctrl-Alt-V
Threads : Ctrl-Alt-T

TODO List Window
Add TODO Item : Ctrl-Shift-T

Editing
Blocking Mode : Ctrl+O-L (line) Ctrl+O-C (column)

Debugging
Trace Into : F7
Step Over : F8
Trace to next source line : Shift-F7
Run to Cursor : F4
Run until return : Shift-F8
Program Reset : Ctrl-F2
Evaluate/Modify : Ctrl-F7
Add Watch : Ctrl-F5
Toggle Breakpoint : F5

Compiling
Compile Project : F5
Build : Ctrl-F5
Syntax Check : F5
Project Options : Ctrl-Shift-F11

http://maulaku.wordpress.com/category/tips-dan-trik/

Trik-Trik Perhitungan Jam pada Delphi

gimana caranya ngitung jumlah jam ? (catatan : perhitungan diusahakan menggunakan query biasa saja)
misal :
jam awal               jam akhir       tanggal         jumlah jam
—————————————————————————
07:00          23:56           21/06/2000      ?
23:00          07:00           22/06/2000      ?

tolong …

kalo variabel jam_akhir dan jam_awal adalah time, maka perhitungannya: jumlah_jam:= jam_akhir – jam_awal.
kalo jumlah_jam mau dibuat format string, tinggal ubah lagi dgn timetostr(jumlah_jam). Kira-kira begitu…
http://www.mail-archive.com/delphi@itb.ac.id/msg02709.html

berformat Date/DateTime, dan gak usah pake tanggal. Jadi buat ngitung jumlah jam/menit/detik ya gampang2 aja:

Jam := Trunc((JamAkhir-JamAwal)*24);
Menit := Trunc((JamAkhir-JamAwal)*24*60);
Detik := Trunc((JamAkhir-JamAwal)*24*60*60);

http://www.mail-archive.com/delphi@itb.ac.id/msg02731.html

Matematis Jam pada Delphi (DateTime Delphi)

Menghitung Jumlah Jam Lembur?

Saya ingin menghitung lama jam kerja lembur bagi pegawai

Hari.1 Pengawai A
– Jam Mulai  : 18.00
– Jam Selesai: 21.30
– Lama Lembur: 3.30 (3 Jam, 30 menit)
Hari.2
– Jam Mulai  : 18.00
– Jam Selesai: 21.30
– Lama Lembur: 3.30 (3 Jam, 30 menit)
Hari.3
– Jam Mulai  : 18.00
– Jam Selesai: 21.30
– Lama Lembur: 3.30 (3 Jam, 30 menit)

Pegawai A melakukan lembur selama 3 hari berturur-turut, totalnya
jadi: 10.30 (10 Kam, 30 Menit).

Bagaimana cara melakukan perhitungan Jam dengan pola seperti ini?

Yang pertama anda perhatikan, adalah menyiapkan rutin pembulatannya
menitnya dulu, biasanya sih lembur ndak perlu dihitung sampe
per-detiknya. Kemudian tinggal buat saja tabel khusus menampung ini,
sederhananya:

CREATE TABLE Attendance(
empid            INTEGER NOT NULL,
workdate         DATE NOT NULL,
timein           TIMESTAMP,
timeout          TIMESTAMP,
ottime           TIMESTAMP,
otvalue          NUMERIC(18,3),
….
primary key(empid, workdate)
);

nah untuk jumlahnya sih ya tinggal menggunakan penjumlahin biasa aja
nantinya, mau pake SUM juga bisa, atau SUM melalui report juga ya ndak
ada masalah serius dengan itu. sementara untuk operasional di sisi
delphinya tinggal pake TDateTime biasa aja.

Kemudian untuk mengkonversi lembur yang dalam tipe TDateTime
(TIMESTAMP), misalnya dari 10:30 jam itu menjadi 10,5 tinggal
menggunakan rutin ini:

{ konversi dari TimeStamp ke value (bilangan real) }
function TimeIntervalValue(const ATimeInterval: TDateTime): TDateTime;
var
Interval: TDateTime;
begin
Interval := HoursPerDay * ATimeInterval;
Result   := (Trunc(Interval) + (Round(Frac(Interval) * 100)/100));
end;

{ konversi dari value (bilangan real), ke timestamp }
function ValueIntervalTime(const AIntervalValue: TDateTime): TDateTime;
begin
Result   := AIntervalValue / HoursPerDay;
end;

Untuk menambah kemudahan operasional, mungkin bisa membuat
fungsi-fungsi baru untuk menghandle total waktu yang > 24 jam dari
contoh fungsi-fungsi default yang ada. fungsi-fungsi itu misalnya:

– EncodeTime
– DecodeTime
– TimeToString
– FormatTime

Kira-kira begitu deh. Good luck. 🙂


Salam,

-Jaimy Azle

http://www.opensubscriber.com/message/delphindo@yahoogroups.com/931917.html