Teks Laporan PKL (Model 1)

BAB I : PENDAHULUAN

Pada BAB ini antara lain berisi tentang latar belakang penyusunan laporan pkl, tujuan laporan pkl, perumusan masalah, batasan masalah, metodologi , gantt chart dan sistematika penyusunan

BAB II : LANDASAN TEORITIS DAN DEFINISI OPERASIONAL

Pada bab ii antara lain berisi tentang teori yang terkait dengan topik atau judul atau permasalahan yang dibahas, misalnya permasalahan yang dibahas adalah aplikasi sistem keuangan pada bank abc dengan visual basic, maka teori yag dikemukakan adalah teori keuangan secara umum dan secara khusus yang berkaitan dengan bank ditambah dengan penjelasan visual basic yang terkait dengan permasalahan yang dibahas.

BAB III : DESKRIPSI LOKAL PKL

Pada bab deskripsi lokal pkl antara lain berisi tentang latar belakang pkl, tujuan pkl, waktu pkl, tempat pkl, struktur organisasi, job description, pada bagian mana yang bersangkutan ditempatkan dan bidang pekerjaan yang dikerjakan dan permasalahan apa yang diangkat sebagai topik pembahasan pada laporan pkl, misalnya ditempatkan pada bagian keuangan maka ceritakan tentang cara kerja / sistem kerja / proses kerja dan lain sebagainya.

BAB IV : ANALISA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini antara lain berisi tentang sistem yang dipakai sekarang dan sistem yang diusulkan, dalam sistem yang diusulkan berisi rancangan dan implementasi sistem antara lain desain database, desain interface(1) (2) , desain arsitektural, desain prosedural, data flow diagram, algoritma, flowchart, pseodocude dan implementasi sistem.

BAB V : PENUTUP

Pada bagian penutup ini berisi kesimpulan dan saran.

Advertisements

Teks Laporan PKL (Model 2)

BAB I : PENDAHULUAN

Pada BAB ini antara lain berisi tentang latar belakang penyusunan laporan pkl, tujuan laporan pkl, perumusan masalah, batasan masalah, metodologi dan sistimatika pembahasan.

BAB II : DESKRIPSI LOKAL PKL

Pada bab deskripsi lokal pkl antara lain berisi tentang latar belakang pkl, tujuan pkl, waktu pkl, tempat pkl, struktur organisasi, job description, dan lain sebagainya.

BAB III : URAIAN KEGIATAN PKL DAN INTERPRETASI

Pada bab ini antara lain berisi tentang dibagian mana anda ditempatkan, bidang pekerjaan yang dikerjakan menyangkut proses kerja, cara kerja maupun sistem kerja yang dipakai sekarang dan di interpretasikan apakah sistem kerja tersebut sudah baik atau masih ada kelemahannya.

BAB IV : PENUTUP

Pada bagian penutup ini berisi kesimpulan dan saran.

Akuntansi Syariah

Menurut Husein Syahatah, dalam buku Pokok-Pokok Pikiran Akuntansi Islam, antara lain, terdapat pada hal-hal sebagai berikut:

1. Para ahli akuntansi modern berbeda pendapat dalam cara menentukan nilai atau harga untuk melindungi modal pokok, dan juga hingga saat ini apa yang dimaksud dengan modal pokok (kapital) belum ditentukan. Sedangkan konsep Islam menerapkan konsep penilaian berdasarkan nilai tukar yang berlaku, dengan tujuan melindungi modal pokok dari segi kemampuan produksi di masa yang akan datang dalam ruang lingkup perusahaan yang kontinuitas;
2. Modal dalam konsep akuntansi konvensional terbagi menjadi dua bagian, yaitu modal tetap (aktiva tetap) dan modal yang beredar (aktiva lancar), sedangkan di dalam konsep Islam barang-barang pokok dibagi menjadi harta berupa uang (cash) dan harta berupa barang (stock), selanjutnya barang dibagi menjadi barang milik dan barang dagang;
3. Dalam konsep Islam, mata uang seperti emas, perak, dan barang lain yang sama kedudukannya, bukanlah tujuan dari segalanya, melainkan hanya sebagai perantara untuk pengukuran dan penentuan nilai atau harga, atau sebagi sumber harga atau nilai;
4. Konsep konvensional mempraktekan teori pencadangan dan ketelitian dari menanggung semua kerugian dalam perhitungan, serta mengenyampingkan laba yang bersifat mungkin, sedangkan konsep Islam sangat memperhatikan hal itu dengan cara penentuan nilai atau harga dengan berdasarkan nilai tukar yang berlaku serta membentuk cadangan untuk kemungkinan bahaya dan resiko;
5. Konsep konvensional menerapkan prinsip laba universal, mencakup laba dagang, modal pokok, transaksi, dan juga uang dari sumber yang haram, sedangkan dalam konsep Islam dibedakan antara laba dari aktivitas pokok dan laba yang berasal dari kapital (modal pokok) dengan yang berasal dari transaksi, juga wajib menjelaskan pendapatan dari sumber yang haram jika ada, dan berusaha menghindari serta menyalurkan pada tempat-tempat yang telah ditentukan oleh para ulama fiqih. Laba dari sumber yang haram tidak boleh dibagi untuk mitra usaha atau dicampurkan pada pokok modal;
6. Konsep konvensional menerapkan prinsip bahwa laba itu hanya ada ketika adanya jual-beli, sedangkan konsep Islam memakai kaidah bahwa laba itu akan ada ketika adanya perkembangan dan pertambahan pada nilai barang, baik yang telah terjual maupun yang belum. Akan tetapi, jual beli adalah suatu keharusan untuk menyatakan laba, dan laba tidak boleh dibagi sebelum nyata laba itu diperoleh.
Selengkapnya

Software BMT Free Download…!

Pegadaian Syariah

Teknik Transaksi

Sesuai dengan landasan konsep di atas, pada dasarnya Pegadaian Syariah berjalan di atas dua akad transaksi Syariah yaitu.
1.Akad Rahn. Rahn yang dimaksud adalah menahan harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya, pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya. Dengan akad ini Pegadaian menahan barang bergerak sebagai jaminan atas utang nasabah.
2.Akad Ijarah. Yaitu akad pemindahan hak guna atas barang dan atau jasa melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barangnya sendri. Melalui akad ini dimungkinkan bagi Pegadaian untuk menarik sewa atas penyimpanan barang bergerak milik nasabah yang telah melakukad akad

rukun dari akad transaksi tersebut meliputi :
a. Orang yang berakad : 1) Yang berhutang (rahin) dan 2) Yang berpiutang (murtahin).
b. Sighat ( ijab qabul)
c. Harta yang dirahnkan (marhun)
d. Pinjaman (marhun bih)
Dari landasan Syariah tersebut maka mekanisme operasional Pegadaian Syariah dapat digambarkan sebagai berikut : Melalui akad rahn, nasabah menyerahkan barang bergerak dan kemudian Pegadaian menyimpan dan merawatnya di tempat yang telah disediakan oleh Pegadaian. Akibat yang timbul dari proses penyimpanan adalah timbulnya biaya-biaya yang meliputi nilai investasi tempat penyimpanan, biaya perawatan dan keseluruhan proses kegiatannya. Atas dasar ini dibenarkan bagi Pegadaian mengenakan biaya sewa kepada nasabah sesuai jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Pegadaian Syariah akan memperoleh keutungan hanya dari bea sewa tempat yang dipungut bukan tambahan berupa bunga atau sewa modal yang diperhitungkan dari uang pinjaman.. Sehingga di sini dapat dikatakan proses pinjam meminjam uang hanya sebagai ‘lipstick’ yang akan menarik minat konsumen untuk menyimpan barangnya di Pegadaian.
Selengkapnya…

Software BMT Free Download…!

Asuransi Syariah

Mengenal Konsep Dasar Asuransi Syariah

Pengantar:
Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN ini mengunjungi pembaca setiap hari Jumat. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis. Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan atau berkonsultasi seputar masalah-masalah perencanaan keuangan. Pertanyaan dapat dikirim lewat email: redaksi@sinarharapan.co.id, Faksimile Redaksi Sinar Harapan (021) 3912370, surat dialamatkan ke redaksi Sinar Harapan, Jalan Fachruddin No. 6, Jakarta 10250, dan bisa membuka di http://www.pembelajar.com/ISOL.

Indonesia merupakan Negara, dimana mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Islam. Namun demikian, perkembangan produk-produk dengan prinsip syariah baru berkembangn kurang lebih 3-4 tahun yang lalu, salah satunya adalah produk asuransi syariah yang dipelopori oleh PT Asuransi Takaful Indonesia yang berdiri pada tahun 1994.
Setelah itu, asuransi berbasis syariah mulai digarap oleh beberapa perusahaan dengan pendirian divisi syariah. Dengan terus berkembangnya produk-produk berbasis syariah, maka kami melihat pentingnya untuk memperkenalkan secara khusus produk asuransi syariah.
Sebelum masuk prinsip-prinsip dan mekanisme produk tersebut, banyak kalangan muslim yang beranggapan bahwa berasuransi adalah haram. Apakah benar? Ikut pembahasannya dibawah ini.

Asuransi Tidak Islami?
Sebagian kalangan Islam beranggapan bahwa asuransi sama dengan menentang qodlo dan qadar atau bertentangan dengan takdir. Pada dasarnya Islam mengakui bahwa kecelakaan, kemalangan dan kematian merupakan takdir Allah. Hal ini tidak dapat ditolak. Hanya saja kita sebagai manusia juga diperintahkan untuk membuat perencanaan untuk menghadapi masa depan. Allah berfirman dalam surat Al Hasyr: 18, yang artinya
Continue reading Asuransi Syariah

Tips Investasi Reksadana Syariah

Personal Investing, Majalah Sharing, Edisi 06, April 2007
Ibrahim Aji

Tips Investasi Reksadana Syariah
Ada yang bilang, bijak-bijaklah berinvestasi reksadana syariah. Jika belum fasih, cobalah dengan Rp 1-2 juta, kenali risikonya, cari peluang return yang
paling bagus, dan jangan lupa sisihkan untuk dana sosial.
Jangan anggap enteng investasi reksadana, salah-salah pilih, buntung didapat bukan untung. Ini yang terjadi dengan bencana redemption (penarikan dana
besar-besaran) reksadana konvensional, awal 2005 lalu akibat menyusutnya nilai aktiva bersih (NAB) reksadana hingga tinggal 30%.
Di lain pihak, jika ditilik kinerja rata-ratanya, sejak 1998 sampai kini, tak pernah di bawah rata-rata reksadana konvensional. Menurut Rosinu, Direktur
Trimegah Sekuritas ini pertanda baik untuk mulai berinvestasi di reksadana syariah. “Industri keuangan syariah akan booming, kini saat tepat untuk
berinvestasi syariah”, katanya Februari lalu. Tak hanya Rosinu, banyak kalangan berpendapat sama (lihat rubrik “Liputan Utama”)
Nah, apa itu reksadana syariah? Apa yang mesti diperhatikan sebelum berinvestasi reksadana syariah? Ahmad Ghazali (Safir Senduk & Rekan) dan Mike
Rini Sutikno (Hijrah Institute), dua perencana keuangan syariah terkemuka membagi ilmunya kepada yang mau mulai berinvestasi reksadana syariah.

Box 1:
Langkah Bijak Investasi reksadana
1. Tentukan dulu tujuan investasi secara spesifik dan terukur, jangka waktunya, target perolehan dana, dan sebagainya.
2. Pertimbangkan profil risiko Anda, apakah Anda termasuk tipe investor agresif, moderat, atau konservatif,
3. Barulah dipilih kendaraan investasinya apakah reksadana syariah saham,campuran , pendapatan.
4.Pilih manajer investasi yang tidak saja selektif dalam investasinya–misalnya tidak hanya memilih emiten yang masuk Jakarta Islamic Index (JII) semata–juga
emiten-emiten yang secara kepemilikan dan produksinya menguntungkan masyarakat.
5. Pilih yang kinerjanya baik, bandingkan dengan kriteria benchmark-nya Jakarta Islamic Index (JII)

Box2:
Apa yang membedakan rekasadana syariah dengan yang konvensional?

Continue reading Tips Investasi Reksadana Syariah

ReksaDana Syariah

Reksadana merupakan suatu intrumen keuangan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal secara kolektif. Dana yang terkumpul ini, selanjutnya dikelola dan diinvestasikan oleh seorang manajer investasi (fund manager) melalui saham, obligasi, valuta asing atau deposito.

Sedangkan reksadana syariah, mengandung pengertian sebagai reksadana yang pengelolaan dan kebijakan investasinya mengacu pada syari’at Islam. Reksadana syariah, misalnya tidak diinvestasikan pada saham-saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaan atau produknya bertentangan dengan syariat Islam. Seperti pabrik makanan/minuman yang mengandung alkohol, daging babi, rokok dan tembakau, jasa keuangan konvensional, pertahanan dan persenjataan serta bisnis hiburan yang berbau maksiat.

Salah satu indikator utama untuk menilai kinerja reksadana adalah Nilai Aset Bersih (NAB/Net Asset Value). Indikator ini merupakan hasil perhitungan dari nilai investasi dan kas dipegang (yang tak terinvestasikan), dikurangi dengan biaya-biaya serta utang dari kegiatan operasional.

http://www.reksadanasyariah.net/Grafik

Software BMT Free Download…!

BPR Syariah

BI
BPR Syariah
Melayani Usaha Mikro dan Kecil (UMK)
Sekilas Tentang BPR Syariah
BPR Syariah adalah salah satu jenis bank yang diizinkan beroperasi dengan sistem syariah di Indonesia. Aturan hukum mengenai BPR Syariah mengacu kepada Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 dan Peraturan Bank Indonesia (PBI).
Dalam sistem perbankan nasional, BPR Syariah adalah bank yang didirikan untuk melayani Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Sektor UMK ini yang menjadikan BPR Syariah berbeda pangsa pasarnya dengan Bank Umum / Bank Umum Syariah.
Dalam sistem perbankan syariah, BPR Syariah merupakan salah satu bentuk BPR yang pengelolaannya harus berdasarkan prinsip syariah. Pelayanan BPR Syariah BPR Syariah terfokus untuk melayani Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang menginginkan proses mudah, pelayanan cepat dan persyaratan ringan.
BPR Syariah memiliki petugas yang berfungsi sebagai armada antar jemput setoran dan penarikan tabungan/deposito termasuk setoran angsuran pembiayaan. Pelayanan ini sangat relevan dengan
kebutuhan masyarakat UMK yang cenderung tidak bisa meninggalkan usaha kesehariannya di pasar/toko/rumah.
Produk BPR Syariah
Prinsip syariah dalam BPR Syariah diberlakukan untuk transaksio pendanaan (tabungan dan deposito) maupun pembiayaan (pinjaman). BPR Syariah mengelola dana masyarakat dengan sistem bagi hasil. Dengan sistem bagi hasil, masyarakat penyimpan dana akan mendapatkan bagi hasil secara fluktuasi karena sangat bergantungkepada pendapatan yang diperoleh BPR Syariah. Untuk itu, perlu disepakati nisbah (porsi) di awal
transaksi.
Setiap tabungan maupun deposito yang disimpan di BPR Syariah mendapat jaminan dari Lembaga
Penjamin Simpanan (LPS), sepanjang sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat akan
tetap merasa aman untuk menyimpan dananya di BPR Syariah.
Dalam transaksi pembiayaan (pinjaman), BPR Syariah memberikan pembiayaan kepada UMK dengan sistem jual beli, bagi hasil ataupun sewa. Pilihan atas sistem syariah tersebut sangat tergantung kepada jenis pembiayaan yang diajukan oleh masyarakat kepada BPR Syariah. Selain itu, BPR Syariah juga bisa melakukan praktik pegadaian yang dikelola dengan sistem syariah.
Usaha BPR Syariah
1. Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk :
a. Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah atau mudharabah.
b. Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah.
2. Menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan berdasarkan :
a. Prinsip jual beli (murabahah, istishna’, salam)
b. Prinsip sewa menyewa (ijarah)
c. Prinsip bagi hasil (mudharabah, musyarakah)
d. Prinsip kebajikan (qardh)
3. Menempatkan dana dalam bentuk giro, tabungan, deposito pada bank syariah lain.
4. Melakukan kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan UU Perbankan dan prinsip syariah.

Software BMT Free Download…!

BPR Syariah di Indonesia Maju Pesat

INILAH.COM

Palembang – Pertumbuhan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah tumbuh cukup pesat sejak dikembangkan perbankan syariah di Indonesia pada 1992. Bank Indonesia (BI) pun terpacu untuk mendorong masyarakat membangun lembaga keuangan syariah. “Berdasarkan data, hingga kini ada 115 BPR Syariah di seluruh penjuru Tanah Air. Sementara perbankan yang murni melakukan kegiatan usaha syariah baru tiga bank. Perbankan yang memiliki unit usaha syariah ada 23 bank,” kata Deputi Gubernur BI Siti Ch. Fadjrijah ketika membuka Festival Ekonomi Syariah di Palembang, Kamis (31/1). Menurut Siti, melihat tingginya pertumbuhan BPR Syariah dibandingkan pertumbuhan bank umum syariah, BI akan terus berupaya mendorong masyarakat membangun lembaga keuangan syariah tersebut. Keberadaan BPR Syariah diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang lembaga keuangan syariah yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, bukan hanya untuk umat Islam. Selama ini ada pandangan bahwa perbankan syariah hanya bagi warga Muslim. Pihak yang memiliki modal untuk membangun BPR Syariah, kata Siti, bisa menghubungi Kantor BI di pusat maupun di ibukota provinsi untuk mengajukan permohonan pendirian. “Berkas yang memenuhi syarat dan prosedur yang ditetapkan akan dibantu percepatan proses penerbitan izinnya,” katanya. Untuk mendorong masyarakat memanfaatkan perbankan dan BPR Syariah, BI akan mencoba memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai lembaga, produk, dan manfaat lembaga keuangan syariah. Salah satu cara memberikan edukasi kepada masyarakat tentang lembaga keuangan syariah adalah dengan digelarnya festival ekonomi syariah. Kegiatan itu merupakan yang kedua setelah 16 Januari 2008 di Jakarta. Festival itu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk perbankan syariah secara langsung dari petugas bank atau BPR Syariah yang membuka stand pameran. [Ant/I3]

Software BMT Free Download…!

Bank Syariah Terancam “Mati Sebelum Berkembang”

antara
Brisbane (ANTARA News) – Bank-bank syariah di Indonesia terancam layu dan mati sebelum berkembang kalau terus asyik dengan penyaluran kredit-kredit konsumtif, kata Ekonom Indonesia yang menjadi peneliti tamu di Universitas Teknologi Queensland (QUT), Dr.Muhammad Handry Imansyah.

“Bank-bank syariah sudah masuk ke pasar konsumtif. Yang ideal adalah kredit-kredit produktif bukan konsumtif. Kini bank-bank syariah misalnya sudah menerbitkan kartu-kartu kredit … Kalau penyalurannya tidak dilakukan hati-hati, apa jadinya?” katanya di Brisbane, Jumat malam.

Selain kurang memberikan nilai tambah yang produktif bagi pengembangan ekonomi umat, kondisi ini juga bisa jadi mengancam eksistensi bank-bank syariah itu sendiri, katanya dalam forum pengajian yang dihadiri belasan anggota Perhimpunan Masyarakat Muslim Indonesia di Brisbane (IISB) itu.

“Saya khawatir perkembangan bank-bank syariah di Tanah Air yang cepat tanpa ditopang fondasi yang kuat ini justru membuatnya mati muda,” katanya.

Ekonom yang pernah terlibat dalam unit survelensi Departemen Keuangan RI itu mengatakan, ciri-ciri menjelang terjadinya krisis perbankan yang merontokkan banyak bank konvensional di Tanah Air beberapa tahun lalu kini justru mulai tampak di sektor perbankan syariah.

“Inilah yang mengkhawatirkan saya. Jadi jangan sampai bank-bank syariah layu sebelum berkembang,” katanya.

Sejarah kehadiran sektor perbankan syariah di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari nama Bank Muamalat Indonesia (BMI) karena bank yang didirikan tahun 1991 itu merupakan pelopor.

Kini, selain BMI, Indonesia juga memiliki institusi bank syariah yang lain, seperti Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. Sejumlah bank umum besar, seperti BNI dan BRI, pun sudah membuka unit usaha syariah. (*)

COPYRIGHT © 2007

Software BMT Free Download…!