Barindo dan BTM Ta’awun Tingkatkan Binsis UMKM

Banjarmasin Post

Kredit Tanpa Agunan dan Bunga

Senin, 24-03-2008 | 00:30:40 •

Barindo dan BTM Ta’awun Tingkatkan Binsis UMKM BANJARMASIN, BPOST – Sedikitnya ada 300 ribu masyarakat yang menggeluti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah ini. Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang usahanya terancam gulung tikar. Sementara pemerintah tak berdaya untuk mengangkat kembali bisnis semua pengusaha kecil ini, khususnya yang berada di daerah-daerah. Meski demikian, harapan untuk bangkit masih ada. Saat ini masih ada masyarakat atau lembaga yang peduli kepada pengusaha kecil ini, seperti lembaga Barisan Indonesia (Barindo), Koperasi Syariah BTM Ta’awun, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga lainnya. Ada yang memberikan pinjaman dengan bunga ringan seperti koperasi syariah, bahkan ada pula yang memberikan pinjaman tanpa agunan dan bunga seperti yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barindo Kalsel. Seperti diungkapkan Sekretaris Umum Barindo Kalsel, Drs Fikri R Am, untuk memberikan modal kerja, baik berupa dana atau barang, mereka hanya membutuhkan kepercayaan. “Kalau tim servei percaya, maka pinjaman dikucurkan. Kami tidak perlu agunan dan bunga, bergitu juga pengembaliannya tidak dipaksakan. Jadi berapa pun besar cicilan terserah peminjam begitu juga waktu pengembaliannya,” tutur Fikri saat mengucurkan pinjaman Rp 7,8 juta kepada Nurhadi, petani pembibitan karet di Desa Ujung Bati Bati, Tanah Laut dan Roskim Mustafa pengelola pedagang buah, sayur dan ikan di Barabai sebesar Rp 10 juta, di DPD Barindo Jalan A Yani Km 9, Sabtu (22/3). Selain itu, Barindo juga telah menyerahkan delapan ekor sapi kepada peternak di Desa Wanaraya Batola, perkebunan jagung di Tanah Laut dan pembibitan sapi di Tabalong. “Tidak hanya memberikan pinjaman, tapi Barindo juga akan memasarkan produk yang dihasilkan pengusaha kecil itu. Karena saat ini Barindo memiliki 29 cabang di seluruh Indonesia,” paparnya Jadi, jelas dia, kalau Barindo di daerah lain memerlukan bibit karet maka akan didiberikan bibit karet yang dikembangkan Nurhadi. “Karena Nurhadi melakukan pembibitan sebanyak 10 ribu bibit karet, kalau tidak dibantu pemasarannya dia tidak bisa berkembang,” kata dia. Kopsyah Sementara itu, BTM Ta’awun dalam perjalanannya selama enam tahun telah memiliki anggota sebanyak 3.041 orang dengan total dana yang disalurkan ke masyarakat sebanyak Rp 2,6 miliar. “Kami memberikan pinjaman kepada UMKM dari Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta. Tidak ada jaminan, meski demikian kredit macet sangat rendah cuma 3,6 persen,” kata Ketua Pengurus BTM Ta’awun Banjarmasin, Hanafi AS saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula BTM Ta’awun, Sabtu (22/3). Pengusaha yang mendapat kucuran pinjaman ini, papar dia, terdiri dari pedagang, pengrajin dan sektor usaha mikro lainnya. “Hingga akhir 2007 dana tabungan yang terhimpun Rp 1,7 miliar dengan aset sebesar Rp 2,4 miliar. Kesuksesan ini didukung empat buah kantor di berbagai tempat di Banjarmasin,” papar Hanafi. (tri)

Advertisements

Koperasi Syariah, Pinduk, BMT, Dan Absindo

Banjarmasin Post

Koperasi Syariah, Pinduk, BMT, Dan Absindo Tahun Keuangan Mikro Indonesia yang dicanangkan Presiden RI pada 26 Pebruari 2005, dan Millenium Development Goal oleh PBB bertekad mengurangi setengah penduduk miskin dunia pada 2015. Menyadari pentingnya partisipasi segenap potensi bangsa dalam penanggulangan kemiskinan, insan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang tersebar di seluruh Indonesia –lebih dari 300 BMT– telah melaksanakan Kongres Nasional BMT. Didahului dengan kegiatan Seminar Internasional Lembaga Keuangan Mikro pada 1 – 4 Desember 2004 di Jakarta. Berkaitan dengan hal itu, perlu disampaikan beberapa hal, yakni: 1. Salah satu hasil kongres, terbentuknya Asosiasi Baitul Maal wat Tamwil se-Indonesia (Asbindo) dan akan dibentuk sampai tingkat propinsi dan kabupaten/kota. 2. Lembaga Keuangan Mikro Syariah Baitul Maal wat Tamwil (LKMS-BMT) adalah produk Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk), yang hadir sampai tingkat kabupaten. Sepanjang sejarahnya, BMT yang lahir selalu koordinasi dengan Pinbuk. 3. Kini, Kalsel memiliki 63 BMT. Pelopornya (yang pertama) adalah BMT Ummah Banjarmasin yang didirikan pada 1995. BMT ini dijadikan pilot project dan tempat magang serta pelatihan mahasiswa/pengelola BMT Kalsel dan Kalteng. 4. Pinbuk Pusat dan mitra kerjanya bekerjasama dengan Depsos RI mengembangkan BMT-KUBE, koordinasi dan pelaksanaannya di Pinbuk daerah. Jika koordinasi dengan LKM di luar Pinbuk/BMT termasuk tempat magang, berarti di luar sepengetahuan kami. 5. BMT di Kalsel banyak yang berbadan hukum koperasi syariah. Untuk memperkuat jaringan kelembagaan dan persiapan masuk ke sektor ril, telah didirikan Pusat Koperasi Syariah (Puskopsyah). Demikian, agar insan BMT dan yang terkait lainnya memaklumi.

Ir Syahdani Apasha Direktur Pinbuk Kabupaten Tapin

Jl Telaga Padi No 19 RT 11 RW II Kel Rantau Kiwa Tapin Utara Tapin

Copyright © 2003 Banjarmasin Post

Software BMT Free Download…!

Tips Meningkatkan Kredibilitas BMT/BTM

bisnis jakarta

7 Cara untuk Meningkatkan Kredibilitas Usaha Kecil Agar Terkesan sbg suatu Sosok Bisnis Besar
oleh : Bob Julius Onggo

Internet memungkinkan perusahaan kecil terlihat besar dan perusahaan besar terlihat kecil, bahkan apabila Anda sendiri adalah pengusaha online tunggal, Anda bisa menjadi dan kelihatan seperti suatu sosok bisnis besar.

Yang jelas internet memungkinkan beberapa dari kita di Indonesia dapat menjadi pengusaha digital yg mandiri kalau Anda mengerti teknik pemasaran online dan mengenal teknologi terkait dalam bidang Internet.

Trend inilah yg diberitakan oleh majalah Newsweek bahwa di tahun 2005, diprediksi bahwa sekitar 50% dari para pengusaha digital adalah “home-based business” atau sama seperti UKM yg berbasis di rukan (rumah-kantor)

Bila Anda bertindak bagaikan layaknya seorang profesional maka bisnis Anda terkesan besar, maka prospek Anda pun akan sampai pada tingkat kepercayaan yg tinggi dan sehingga mau membeli dari Anda.

Karena itu inilah 7 cara yang dapat membuat Anda terkesan sebagai layaknya sosok bisnis besar bukan seperti seorang pengusaha hanya dalam satu malam, artinya hari ini berbisnis namun besok bangkrut atau kabur dengan membawa uang haram.

Ada 7 cara siapa pun dari antara kita khususnya kalangan UKM online sehingga kredibilitasnya terkesan profesional dan tampak besar :

Cara#1. Milikilah situs web yang terkesan profesional :

Hal ini tidaklah sulit mengingat ribuan artikel yang telah mengupas masalah teknik desain situs web, atau Anda bisa sewa seorang perancang web yang membuatkannya untuk Anda.
Namun saran saya adalah pastikan Anda bisa melakukan modifikasi atau penyuntingan.

Cara#2. Buatkan nomor telepon Hotline-nya:

Hal ini akan memberi kesan bahwa bisnis UKM Anda terlihat besar, karena tidak sulit kastemer menghubungi Anda. Atau paling tidak telepon Anda tidak sering ‘sibuk’, apabila prospek menghubungi Anda.

Cara#3. Buatkan Voice Mail yg terdengar profesional

Ini digunakan kalau Anda tidak memiliki satu orang pun sebagai resepsionis di rukan (rumah kantor) Anda, sebagai penjawab telepon Anda.

Namun kalau Anda punya seorang resepsionis di rukan Anda, pastikan tidak terdengar suara bayi, atau suara berisik dan bila menggunakan ‘voice mail’ sewaktu Anda tidak ada di rumah,
buatkan sehingga terdengar misalnya seperti :
“Selamat pagi, di sini (sebutkan nama bisnis Anda)”.

Jadi ini hanya untuk memberi kesan benar-benar kantor bukan rukan dan mengusir kepercayaan mereka yg ragu-ragu untuk melakukan pembelian ke Anda.

Intinya adalah agar semuanya terkesan lancar untuk mendorong prospek web Anda melakukan pembelian.

Jangan membuat mereka berpikir – Namun buat mereka MEMBELI!

Cara#4. Gunakan Alamat yg Benar dan Jelas:

Ini juga penting, karena kalau alamat yg tertulis di situs web tidak jelas dan agak samar, bagaimana
para calon pembeli merasa percaya untuk menjadi kastemer Anda.
Juga hal yg lain adalah kalau Anda menggunakan alamat di PO Box tertentu, ini juga akan mengesankan kekhawatiran bagi para calon pembeli, karena mereka takut ditipu.

Jadi janganlah buat kesan negatif, tulislah apa adanya dan sejujurnya.

Cara#5. Gunakan alamat email domain Anda

Mungkin Anda senang menggunakan email berbasis web yg gratis dan dapat diakses dari mana saja. Namun mengapa Anda harus membantu mempromosikan domain ISP atau domain perusahaan lain?

Jadi kalau situs web Anda adalah http://www.DomainPerusahaan.com, maka sebaiknya gunakan alamat email seperti NamaAnda@DomainPerusahaan.com

Cara#6. Buat Kartu Nama yg representatif:

Ini sangat penting jika Anda memang serius dengan bisnis Anda. Kartu nama Anda adalah bagaikan seorang salesman. Artinya itu bisa dibaca oleh siapa pun apalagi kalau dilihat oleh calon kastemer potensial Anda

Bayangkan terjadi suatu percakapan dgn seseorang di suatu tempat tertenu dan mendengarkan uraian tentang bisnis mereka yg luarbiasa, kemudian Anda melihat kartu nama mereka yang tidak
representatif! Tentu kredibilitas mereka kurang bermutu di mata Anda.

Cara#7. Jangan menakut-nakuti mereka

Kasus ini, Anda perlu berhati-hati! Tergantung situasinya. Misalnya kalau Anda adalah pemilik bisnis, dan Anda memberitahu di awal bahwa Anda adalah direktur atau jabatan tinggi lainnya hal ini tentu membuat prospek Anda merasa segan.

Namun ada situasi tertentu Anda menyebut diri Anda adalah seorang direktur atau pemilik perusahaan tsb membuat Anda memiliki kesempatan bisnis yg lebih baik dengan orang tertentu
yg memang juga adalah direktur atau pemilik suatu bisnis.

Jadi jangan buru-buru langsung memperkenalkan diri Anda sebagai seorang pemilik bisnis atau direktur bila ketemu seseorang, kecuali Anda sudah mengetahui siapa yg diajak bicara.

Misalnya apabila Anda memiliki janji dengan seorang direktur dari sebuah perusahan besar, dan kartu nama Anda juga menyebutkan bahwa Anda seorang direktur, maka peluang bisnis lebih besar.

Anda harus selalu melihat jeli dan beradaptasi dan mengevaluasi terhadap hal-hal seperti ini, apa yang tepat atau tidak tepat

Bob Julius Onggo adalah Chief editor pada situs webnya, sekaligus sebagai pembicara di berbagai seminar dan forum pemasaran dan bisnis online, dan kolomnis tetap di majalah InfoNet sekarang InfoKomputer dan Bisnis Komputer serta pemulis di Majalah Warta Ekonomi juga artikelnya dijumpai di Majalah Profesi HRD serta di beberapa tabloid, surat kabar, dan majalah. Beliau juga sering menjadi pembicara tamu dari beberapa perusahaan maupun beberapa Universitas Terkemuka di Indonesia

Copyright © 2001-2007 BJO Consulting

Software BMT Free Download…!

Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) Jakarta

Bank Syariah Diminta Bantu Kembangkan BMT

2007-03-22 14:50:39

Pemberian jaminan pembiayaan syariah ini diharapkan mendorong perkembangan BMI dan UKM.”

JAKARTA — Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) meminta industri perbankan syariah agar mendukung perkembangan baitulmal wattamwil (BMT). Bila lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) berkembang pesat, maka sektor usaha kecil dan mikro dapat terbantu. Hingga kini, penyaluran pembiayaan perbankan syariah bagi usaha kecil dan mikro melalui LKMS dinilai masih sangat terbatas. ”Kami harapkan perbankan syariah mau segera menyalurkan pembiayaannya ke sektor usaha kecil dan mikro melalui BMT. Penting adanya linkage program. ” kata Ketua Umum Inkopsyah, Muhammad Amin Aziz kepada Republika usai menghadiri rapat tahunan anggota (RAT) VI Inkopsyah BMT di Jakarta, Kamis, (15/3). Menurut Amin, pengembangan BMT sangat penting dilakukan. Sebabnya, lembaga tersebut memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan sektor usaha kecil dan mikro. Selain itu, LKMS juga menjadi mediator dari sektor keuangan ke sektor riil. ”Saya kira perbankan syariah cukup menyalurkan Rp 5 triliun melalui BMT maka sektor riil yang paling bawah akan bergerak,” katanya. Amin memahami ketidaksiapan perbankan syariah menyalurkan pembiayaan melalui BMT tahun lalu karena penyaluran pembiayaan melalui BMT belum memiliki fasilitas penjaminan. Namun, saat ini masalah tersebut telah terselesaikan dengan adanya kesepakatan kerja sama antara Inkopsyah dan Perum Sarana Penjaminan Usaha (SPU). Karena itu, perbankan syariah tidak perlu lagi mengkhawatirkan tidak dijaminnya pembiayaan yang mereka salurkan. ”Perum Sarana Penjaminan Usaha (SPU) telah memberikan penjaminan kepada Inkopsyah dalam hal pembiayaan yang disalurkan melalui BMT-BMT,” katanya. Amin menjelaskan, bila pembiayaan usaha mikro yang disalurkan BMT mengalami kemacetan, maka Perum SPU akan memberikan jaminan sebanyak 75 persen dari total pembiayaan. Sedangkan, sisanya ditanggung bank syariah. Direktur Penjaminan Kredit Perum SPU, Nasroen Yasabari membenarkan adanya kesepakatan kerja sama antara Perum SPU dengan Inkopsyah. Sehingga Perum SPU akan menjamin penyaluran pembiayaan melaluui BMT yang bernaung di bawah Inkopsyah. Nasroen menyebutkan, fasilitas penjaminan pembiayaan syariah yang diberikan Perum SPU kepada BMT anggota Inkopsyah meliputi sebagian besar akad pembiayaan yang umum digunakan. Seperti akad murabahah (jual beli), musyarakah (berkongsi), dan mudarabah (bagi hasil). Nasroen berharap, pemberian fasilitas penjaminan pembiayaan syariah tersebut dapat mendorong perkembangan BMT di Indonesia sehingga dapat memacu perkembangan sektor usaha kecil dan mikro (UKM). ”Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan karena memang BMT langsung berhubungan dengan kantong-kantong kemiskinan,” katanya yang menyebutkan Perum SPU memberikan modal kerja Rp 10 miliar bagi divisi syariahnya. Kerja sama perlu dikaji Menurut Kepala Divisi Syariah BRI, Eko B Suharno, dengan adanya penjaminan Perum SPU tersebut, maka BRI Syariah dapat menyalurkan pembiayaan mikro syariah melalui BMT. Meski demikian, terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi bank syariah untuk menyalurkan pembiayaan. ”Saya kira mungkin bagi kami untuk menyalurkan pembiayaan melalui BMT,” katanya. Eko menyebutkan, faktor lain tersebut adalah pembahasan bentuk dan pola kerja sama antara bank syariah dengan Inkopsyah bila memiliki penyalur dana pembiayaan lain (investor). Sebabnya, program penyaluran pembiayaan bank syariah melalui BMT sebetulnya telah dimulai tahun lalu meski belum terlaksana. Dalam program tersebut, Inkopsyah juga memiliki investor lain yakni PT Penanaman Nasional Madani. ”Jadi, perlu dikaji mengenai pole kerja samanya. Bahkan, bagaimana bila ada dana yang disalurkan melalui BMT yang bersumber dana CSR (corporate social responsibility) korporasi,” katanya. Selain itu, menurut Eko, faktor kesiapan Inkopsyah untuk melakukan pendampingan dan pengawaan atas BMT yang menerima pembiayaan juga sangat penting. Hal tersebut dimulai dari tahapan seleksi BMT hingga pengembalian kembali dana yang disaluirkan kepada bank syariah. ”Jadi, pendampingan dan monitoring itu perlu sekali karena kalau tanpa itu seperti bagi-bagi uang saja,” katanya. Berdasarkan data publikasi Bank Indonesia (BI), aset perbankan syariah per Januari lalu tercatat meningkat menjadi Rp 26,949 triliun dibandingkan periode serupa tahun lalu, Rp 20,585 triliun. Sedangkan, penyaluran pembiayaan tercatat meningkat menjadi sebesar Rp 20,219 triliun dari pembiayaan periode sama tahun lalu, Rp 15,042 triliun. Penghimpuna dana pihak ketiga tercatat meningkat menjadi sebesar Rp 20,524 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu, Rp 15,135 triliun. Dari total pembiayaan per Februari lalu, pembiayaan murabahah masih mendominasi pada kisaran 61,76 persen atau Rp 12,487 triliun. Pembiayaan terbesar kedua adalah pembiayaan mudarabah pada kisaran 19,82 persen atau Rp 4,007 triliun. Sedangkan, pembiayaan musyarakah berkisar 11,24 persen atau Rp 2,272 triliun. Sementara, pembiayaan istishna dan lain-lain masing-masing mengkomposisi sebesar 1,68 persen dan 5,50 persen.

Sumber : http://www.republika.co.id
Penulis: Achmad Iqbal

Software BMT Free Download…!

Tip mendirikan BMT

Tips Mendirikan BMT yang Untung

May 8th, 2008 ·

Banyak kita baca di media massa BMT (Baitul Maal wa tamwil) yang merugi dan berguguran. Itu selain karena pengurus kurang profesional dan amanah juga karena strategi yang digunakan keliru. Misalnya pinjaman diberikan untuk pinjaman konsumtif seperti kredit motor. Padahal harusnya untuk pinjaman produktif sehingga bagi hasil bisa berjalan dan dinikmati.

Selain itu pola Grameen Bank yang berhasil memberikan pinjaman tanpa agunan tapi tingkat pengembaliannya tinggi juga bisa ditiru. GB hanya memberikan pinjaman tanpa agunan pada kelompok yang terdiri dari 5 orang. Pinjaman pertama untuk 2 orang. Setelah lunas pinjaman diberikan pada 2 orang berikutnya. Setelah lunas lagi baru diberikan pada yang terakhir. Setiap peminjam harus menabung sejumlah kecil uang.

Berikut bagi pengalaman yang diberikan oleh pak Ediyus di Riau yang berhasil mengembangkan BMT dari modal Rp 100 juta hingga menjadi Rp 3 milyar!

Continue reading Tip mendirikan BMT

Perkembangan BMT Nasional

Suara Karya

Pemerintah Jangan Salah Bina BMT

Jumat, 9 September 2005

JAKARTA (Suara Karya): Peranan lembaga keuangan mikro seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) hendaknya tidak dilupakan baik oleh pemerintah, pelaku usaha, maupun pengelola lembaga keuangan besar. Dalam 10 tahun terakhir, BMT terbukti mampu memberdayakan tidak kurang dari 1,5 juta pengusaha mikro dengan total aset mencapai sekitar Rp 1,5 triliun.
Demikian rangkuman pendapat dari Presdir Karim Business Consulting, Adi Warman Azwar Karim, dan analis ekonomi syariah Strategy Consulting, Ilham Wardhana Siregar, kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Keduanya dimintai pendapat berkaitan dengan peringatan 10 tahun gerakan BMT yang jatuh pada bulan September ini.
“Meski kecil-kecil dan tersebar di banyak tempat, BMT terbukti mampu membantu jutaan pengusaha mikro. Total aset BMT itu kira-kira setara dengan aset BNI Syariah, namun jumlah masyarakat yang dilayani jaringan BMT jauh lebih banyak dibanding BNI Syariah,” kata Adi Warman.
Karena itu Adi Warman menyarankan agar pemerintah bersikap hati-hati dalam membina BMT. Menurut dia, pemerintah jangan sampai mengeluarkan kebijakan yang malah berakibat mematikan perkembangan lembaga keuangan mikro tersebut. “Perkembangan BMT selama ini betul-betul menunjukkan gerakan bottom-up, murni inisiatif masyarakat, seperti yang berkembang di banyak kota di Jawa Tengah. Kalau pemerintah terlalu campur tangan malah bisa kontra-produktif,” ujarnya.
Namun, dia setuju pemerintah perlu mengeluarkan aturan mengenai standar kesehatan pengelolaan BMT, terutama bagi BMT yang sudah memiliki aset di atas Rp 5 miliar. “Tujuannya agar jangan sampai ada BMT yang tiba-tiba kolaps sehingga merugikan banyak orang,” katanya.
Sementara itu, Ilham Wardhana Siregar mengatakan bahwa peran lembaga keuangan mikro seperti BMT menjadi penting justru pada saat perekonomian sedang mengalami krisis. “Ketika bank ramai-ramai menaikkan suku bunganya, BMT justru menjadi alternatif pembiayaan bagi pengusaha mikro. Kemudahan prosedur dan jangkauan layanan selama ini menjadi kelebihan BMT dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan besar,” kata mahasiswa program doktor ekonomi pada Universitas Trisakti ini.
Ilham mengingatkan bahwa pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1997-2000, justru pengusaha kecil yang lebih mampu bertahan dibandingkan pengusaha-pengusaha besar. “Saat ekonomi sedang menghangat seperti sekarang ini, BMT harusnya mendapat insentif agar bisa lebih berkembang,” katanya.
Dia menambahkan, salah satu peran yang dapat dilakukan pemerintah adalah membantu menyosialisasikan keberadaan BMT dan lembaga keuangan mikro lainnya kepada masyarakat luas. “Selama ini belum banyak masyarakat yang tahu tentang BMT, wajar kalau perkembangnya menjadi lambat,” ujar Ilham.
Berdasarkan data Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil (PINBUK), saat ini tercatat sebanyak 3.037 BMT di seluruh Indonesia dengan berbagai kondisi dan tingkat perkembangan. Sebanyak 85 persen BMT memiliki asset di bawah Rp 1 miliar. Sekitar 300 BMT beraset antara Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar, 150 BMT memiliki aset antara Rp 5 miliar sampai Rp 15 miliar, dan baru 10 BMT saja yang berhasil menembus aset di atas Rp 15 miliar.
Rencana kerja untuk mencapai target ini adalah salah satu agenda penting yang akan dibahas dalam Kongres Nasional Lembaga Keuangan Mikro Syariah Baitul Maal Wat Tamwil (LMKS/BMT) pada awal Desember mendatang. Kongres ini rencananya akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Dharmawan S)

Copy Right ©2000 Suara Karya Online

Software BMT Free Download…!

Perkembangan BMT Lampung

Lampung Post

Senin, 24 April 2006
RUWA JURAI

Tanggamus Jadi Percontohan BMT di Lampung

GISTING (Lampost): Kabupaten Tanggamus menjadi model percontohan (pilot project) bagi pengembangan lembaga keuangan syariah, baitulmal wa tamwil (BMT) di Provinsi Lampung. Kabupaten ini dinilai berhasil mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis syariah.

“Perkembangan BMT di Tanggamus luar biasa. Hampir di setiap kecamatan sudah berdiri lembaga keuangan syariah ini. Selain itu, Pemkab )Tanggamus paling proaktif membantu perkembangan BMT,” kata Koordinator Jaringan BMT Lampung, Samijo Jarot, usai menghadiri pertemuan lembaga keuangan syariah se-Lampung di Gisting, Minggu (23-4).

Hal itu, ujar dia, dibuktikan dengan pendirian BMT di hampir semua kecamatan itu. Pendirian itu didanai pemerintah setempat.

Untuk mengetahui keberhasilan itu, 30 pengelola BMT se-Lampung melaksanakan kegiatan pertemuan BMT jaringan Baitulmal Muamalah se-Lampung, selama dua hari di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Sabtu–Minggu (22–23-4).

“Pertemuan dua hari itu diisi kegiatan konsolidasi dan evaluasi BMT. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri dan Mikro Fin Indonesia, pemberian kemudahan permodalan.”

Menurut Samijo Jarot, kini perkembangan lembaga keuangan berbasis ekonomi kerakyatan syariah di Lampung menunjukkan kemajuan. Hal itu disebabkan sebagian masyarakat Indonesia khususnya di Lampung beragama Islam, yang ingin bertransaksi bisnis sesuai dengan kaidah hukum syariah, yaitu halal dan bebas dari riba.

Menurut dia, usaha yang dikelola BMT antara lain berupa investasi dan tabungan dengan menerapkan sistem syariah. “Tren umat Islam yang ingin kembali berbisnis secara Islami terutama dalam hal keuangan cukup menggembirakan. Itu dapat dilihat dengan telah berdirinya hampir 200 lembaga baitumal wa tamwil di Lampung.”

Di tempat terpisah, anggota DPRD Tanggamus, Akhmadi Sumaryanto, mengaku terkesan dengan perkembangan BMT. Sebab, keberadaan lembaga keuangan syariah ini, katanya, menjadi alternatif bagi masyarakat terutama umat Islam untuk bertransaksi, termasuk investasi dan tabungan sesuai dengan syariat Islam. “Perkembangan ini tidak terlepas dari peran yang begitu besar Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang membantu permodalaan BMT ini,” ujarnya. n */R-2

* = SAYUTI

Software BMT Free Download…!

Perkembangan BTM Lampung

Lampung Post

Copyright © 2003 Lampung Post. All rights reserved.
Senin, 4 Februari 2008

Muhammadiyah Kembangkan BTM
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Muhammadiayah (PWM) Provinsi Lampung mengembangkan Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) sebagai upaya membiayai usaha mikro berdasar pada prinsip syariah.

Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah H. Abdul Azib Zanim mengatakan perkembangan BTM yang dibuka pada 2007 cukup menggembirakan. “Kami baru membuka satu sebagai percontohan. Namun, perkembangannnya cukup baik sehingga kami akan mengembangkan tahun ini,” kata Azib Zanim pada Rapat Kerja Wilayah Majelis Ekonomi PWM di Gedung Da’wah Muhammadiyah, Bandar Lampung, Sabtu (2-1).

Azib yang didampingi Manajer BTM, Elly Kasim, mengatakan pada tahap awal pihaknya membina 120 pedagang pasar dengan menggandeng PT Telkom. Dana yang disalurkan berkisar Rp200 ribu–Rp15 juta. Dana tersebut berasal dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Telkom dan bank syariah.

Tahun ini, BTM berencana membangun sekolah di Kompleks Muhammadiyah Labuhan Ratu bersama Bank Muamalat dengan nilai Rp320 juta. Selain itu, bersama BPR Syariah Metro Madani membangun rumah dengan memanfaatkan skim kredit pemilikan rumah (KPRS) yang disubsidi Kementerian Perumahan Rakyat.

Dalam rekomendasi internal yang dihasilkan usai rapat tersebut, Majelis Ekonomi PWM kembali menegaskan fatwa Majelis Tarjih No. 87 Tahun 2006 yang memprioritaskan bank syariah dalam pelaksanaan transasi ekonomi, baik individu, organisasi, maupun organisasi Angkatan Muda Muhammadiyah. Dalam upaya mencari solusi berbagai masalah ekonomi, rapat merekomendasikan adat dapat merumuskan program aksi yang lebih konkrit untuk mengarahkan masyarakat ke arah perbaikan kehidupan yang sesuai ajaran Islam.

Dari sisi eksternal, rapat kerja merekomendasikan pemerintah provinsi dan kota/kabupaten membuat kebijakan konkret untuk menggerakkan sektor riil yang efisien. Misalnya prosedut perizinan yang mudah dan hemat. Birokrasi yang tak berbelit dan bebas pungutan agar sektor riil dapat bergerak.

Kemudian, dalam pengalokasian anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), pemerintah diminta lebih memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur ekonomi seperti jalan, saluran irigasi, dan jembatan. Dengan demikian, roda perekonomian dapat berjalan lancar mulai tingkat desa hingga kota.

Pada rapat kerja yang berlangsung sehari ini, Majelis Ekonomi juga mengundang sejumlah narasumber memberi masukan dalam penyusunan rencana kerja 2008. Pada kesempatan itu hadir kepala Dinas Koperasi, Perindustriaan, dan Perdagangan Lampung, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Yuria Putra Tubarad, dan Kepala Unit Bank Syariah Mandiri Bandarjaya Heri Suhendro.n MIN/E-1

Software BMT Free Download…!